kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% Jadi Rp9.135 Triliun, OJK Ungkap Pendorongnya


Senin, 07 September 2026 / 18:37 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% Jadi Rp9.135 Triliun, OJK Ungkap Pendorongnya
ILUSTRASI. Penyaluran kredit perbankan nasional terus menunjukkan penguatan hingga Juli 2026 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan nasional terus menunjukkan penguatan hingga Juli 2026. Pertumbuhan kredit tercatat semakin tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, seiring dengan meningkatnya aktivitas intermediasi perbankan dan membaiknya pertumbuhan kredit di sejumlah segmen.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp9.135 triliun pada Juli 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pertumbuhan kredit pada Juli 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 12,67% YoY.

“Intermediasi perbankan terus meningkat dengan laju pertumbuhan yang semakin solid,” ujar Dian dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (7/9).

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit masih didominasi oleh kredit investasi yang naik 25,13% YoY. Selanjutnya, kredit modal kerja tumbuh 11,04% YoY, sedangkan kredit konsumsi meningkat 5,38% YoY.

Baca Juga: OJK Sebut Sektor Hijau Dapat Jadi Ruang Pengembangan bagi Multifinance &Modal Ventura

Dari sisi debitur, kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 22,10% YoY. Sementara itu, kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan sebesar 1,62% YoY, meningkat dari 1,05% YoY pada Juni 2026.

Berdasarkan kepemilikan, kredit bank umum milik negara (Himbara) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,95% YoY.

Pertumbuhan kredit juga ditopang oleh akselerasi dana pihak ketiga (DPK). Pada Juli 2026, DPK perbankan tumbuh 11,21% YoY menjadi Rp10.336 triliun, meningkat dari pertumbuhan 10,21% YoY pada Juni 2026.

Pertumbuhan DPK tertinggi berasal dari deposito yang naik 13,13% YoY. Disusul giro dan tabungan yang masing-masing tumbuh 11,81% YoY dan 8,37% YoY.

Dian menyebut kondisi likuiditas perbankan masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit tercatat 102,45%, sedangkan alat likuid terhadap DPK sebesar 23,10%. Keduanya masih berada di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Baca Juga: Premi Asuransi Kendaraan Tumbuh 4,9%, Kendaraan Listrik Jadi Perhatian

Sementara itu, liquidity coverage ratio (LCR) perbankan berada di level 187,5%.

Dari sisi kualitas kredit, rasio NPL gross tercatat 2,10%, sedikit meningkat dari 2,09% pada Juni 2026. Namun, NPL net justru membaik menjadi 0,81% dari 0,82% pada bulan sebelumnya.

Adapun loan at risk (LAR) turun menjadi 8,39% dari 8,47% pada Juni 2026.

Di tengah pertumbuhan intermediasi tersebut, profitabilitas perbankan masih terjaga. Return on asset (ROA) tercatat sebesar 2,45%, meski sedikit turun dari 2,47% pada Juni 2026.

Dari sisi permodalan, ketahanan industri perbankan tetap kuat. Capital adequacy ratio (CAR) meningkat menjadi 23,84% dari 23,70% pada Juni 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×