kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Unit usaha syariah Manulife tunda spin off


Jumat, 19 Agustus 2016 / 18:12 WIB


Reporter: Mona Tobing | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Rencana PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia melakukan pemisahan atau spin off unit usaha syariah (UUS) tertunda. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut persoalan kepemilikan saham menjadi alasan penundaan spin off.

Moch. Muchlasin, Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah mengakui aturan batas kepemilikan asing perusahaan asuransi sebesar 80% sesuai UU Perasuransi membuat Manulife menunda spin off. Ia menyebut saat ini Manulife masih menunggu putusan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan UU Perasuransian yang membatasi kepemilikan asing maksimal sebesar 80%.

"Sampai saat ini yang proses spin off berjalan mulus hanya untuk asuransi lokal," ucap Muchlasin pada Jumat (19/8). OJK menargetkan Agustus ini segera memberikan izin spin off UUS PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera.

Artinya, dua perusahaan asuransi syariah resmi beroperasi secara penuh pada tahun ini yakni: Jasindo Syariah yang beroperasi Mei lalu dan AJB Bumi Putera Syariah yang ditargetkan September mulai beroperasi. Sementara, Manulife tertunda setelah sejak tahun 2014 telah menyiapkan rencana spin off.

Indren S. Naidoo, Presiden Direktur and Chief Executive Officer Manulife Indonesia menegaskan,  hanya tinggal menunggu aturan dari pemerintah. Perusahaan asuransi ini terutama menunggu untuk aturan kepemilikan saham dari perusahaan asuransi untuk merealisasikan spin off. "Kami sebenarnya sudah siap untuk spin off. Bisnis syariah terus berjalan dan kami terus meningkatkan bisnis syariah lewat bank partner," ucap Indren.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×