kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Waspada, NPL Perbankan Mulai Naik di Awal Tahun 2024


Selasa, 16 April 2024 / 06:31 WIB
Waspada, NPL Perbankan Mulai Naik di Awal Tahun 2024
ILUSTRASI. NPL bank mulai naik di dua bulan pertama tahun 2024


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bayang-bayang risiko kredit macet perbankan kian terlihat. Hal ini tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) net industri yang tercatat terus menanjak sejak akhir tahun 2023

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam laporan terbarunya per Februari 2024 mencatat NPL net di level 0,82%, naik dari bulan sebelumnya di 0,79%. Sementara, NPL Gross tercatat tak ada perubahan dari bulan sebelumnya yakni stabil di angka 2,35%.

Sebagai informasi, NPL net adalah rasio kredit macet yang telah memperhitungkan penyisihan yang dibentuk untuk mengantisipasi risiko kerugian. Dalam hal ini, NPL gross dikurangi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

Dengan begitu, ada kemungkinan NPL net yang tercatat naik karena CKPN perbankan yang turun. Sebab, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyoroti bank untuk terus memperhatikan coverage dari CKPN yang dimiliki.

”Perbankan diminta meningkatkan daya tahannya melalui penguatan permodalan coverage CKPN secara memadai,” ujar Dian belum lama ini.

Baca Juga: Bukukan Kinerja Beragam, Mayoritas Kinerja Bank Mini Masih Tertekan

Dian juga meminta perbankan rutin melakukan stress test untuk mengukur kemampuan permodalannya dalam menyerap potensi risiko. Terlebih menghadapi potensi peningkatan risiko kredit pasca berakhirnya masa relaksasi kredit restrukturisasi Covid-19 pada akhir Maret lalu.

Di sisi lain, Dian mendorong perbankan untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dalam operasional kegiatan usahanya. Ia menyebut NPL menjadi salah satu indikator untuk menentukan langkah pengawasan OJK.

Ia pun menyadari bahwa dalam operasionalnya, kinerja bank dapat mengalami siklus penurunan dan peningkatan kinerja. Namun, OJK tetap melakukan pengawasan untuk memastikan perbankan terus optimal dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

”NPL perbankan saat ini menunjukkan perbaikan yang solid pasca pandemi Covid-19 hingga saat ini sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Dian.

Salah satu bank yang kini terus memperbaiki tingkat kredit macetnya adalah PT Bank KB Bukopin Tbk atau kini dikenal sebagai KB Bank. Per Desember 2023, NPL net KB Bank di level 4,9%, sedikit lebih tinggi dari kuartal sebelumnya di level 4,81% dan tahun 2022 di 4,89%.

Wakil Direktur Utama KB Bank Robby Mondong optimistis bisa menyelesaikan sejumlah perbaikan kualitas aset di 2024 ini. Meskipun, ada situasi kenaikan NPL yang dialami industri.

Robby pun menargetkan bank berkode saham BBKP ini bisa menjaga tingkat NPL di bawah 5% dengan menekan Loan at Risk hingga di bawah 25%. Caranya dengan menyelesaikan penjualan sejumlah aset yang kurang berkualitas.

Baca Juga: OJK Ingatkan Bank Agar Selektif Memilih Fintech untuk Kredit Channeling

”Melalui bulk sales dan memaksimalkan proses collection,” ujarnya.

Tak hanya itu, Robby memastikan ekspansi kredit-kredit yang baru juga tetap berkualitas. Artinya, kredit baru tidak menambah beban NPL di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko BNI David Pirzada menyadari peningkatan NPL dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, itu bisa terjadi jika kondisi perekonomian memburuk serta adanya peningkatan suku bunga kredit.

Meski demikian, ia memastikan kualitas kredit yang dimiliki BNI saat ini masih terjaga dengan baik. Per Desember 2023, NPL gross BNI menyentuh di level 2,1% atau turun dari tahun sebelumnya di level 2,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×