kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Yield Kredit Wholesale Diperkirakan Mulai Terbatas, BCA Genjot Kredit Produktif


Jumat, 08 Mei 2026 / 10:07 WIB
Yield Kredit Wholesale Diperkirakan Mulai Terbatas, BCA Genjot Kredit Produktif
ILUSTRASI. BCA melihat ruang penurunan yield kredit wholesale diperkirakan mulai terbatas di tengah dinamika pasar dan pergerakan suku bunga. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melihat ruang penurunan yield kredit wholesale diperkirakan mulai terbatas di tengah dinamika pasar dan pergerakan suku bunga. 

EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn mengatakan, ke depannya tren yield kredit dinilai masih akan dipengaruhi kondisi likuiditas perbankan, permintaan kredit, hingga arah imbal hasil surat utang negara (sovereign yield) Indonesia.

Hera bilang yield kredit wholesale di industri perbankan dipengaruhi oleh situasi pasar, permintaan dan penawaran kredit, kecukupan likuiditas, serta tren suku bunga acuan.

Baca Juga: Allianz Life Ungkap Tantangan yang Bisa Pengaruhi Perolehan Laba hingga Akhir Tahun

“Ke depan, tren yield kredit juga akan dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut, termasuk suku bunga instrumen sovereign Indonesia,” ujar Hera kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).

Hera menambahkan, kondisi neraca dan likuiditas BCA hingga kini masih solid. Karena itu, bank berkode emiten BBCA ini tetap menjajaki penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor ekonomi, terutama sektor produktif dan kredit usaha, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Penyaluran kredit tetap mempertimbangkan dinamika makroekonomi domestik maupun global,” imbuhnya.

Baca Juga: 16 Fintech Lending Memiliki Angka TWP90 di Atas 5% per Maret 2026

Hingga akhir Maret 2026, kredit BCA ke sektor produktif tercatat mencapai Rp 760,2 triliun atau tumbuh 7,8% secara tahunan (year on year/YoY).

BCA pun berharap kinerja keuangan perseroan secara keseluruhan tetap terjaga di tengah tantangan pasar dan pergerakan suku bunga global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×