Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim liburan akhir tahun biasanya menjadi momentum bagi masyarakat untuk bepergian. PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) menilai momentum itu dapat mendorong kinerja lini asuransi perjalanan, meski dinamika perekonomian masih menjadi tantangan.
Country Manager Zurich Indonesia dan Presiden Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Negara mengatakan asuransi perjalanan memang tergantung dengan animo perjalanan masyarakat. Meski demikian, Edhi optimistis produk asuransi perjalanan masih dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi kalangan menengah yang ingin bepergian.
"Prospek Indonesia tetap dengan populasi kelas menengah. Keadaan ekonomi memang sulit. Namun, keadaannya tetap perlu healing atau bepergian tipis-tipis, tak perlu jauh-jauh sehingga butuh travel insurance," ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2026).
Untuk menangkap peluang yang ada, Edhi menyampaikan pihaknya juga menghadirkan inovasi untuk produk asuransi perjalanan. Dia bilang inovasi itu dilakukan untuk memberikan layanan lebih baik kepada nasabah. Contohnya, adanya fitur flight delay, sehingga jika ada delay penerbangan, otomatis nasabah akan mendapatkan voucher yang bisa digunakan untuk lounge di beberapa bandara tertentu.
Baca Juga: Begini Strategi Zurich Tingkatkan Kinerja Asuransi Perjalanan
"Intinya, kami selalu ingin meningkatkan proposition, termasuk layanan-layanan yang lebih baik untuk customer kami," tuturnya.
Edhi juga tak memungkiri bahwa asuransi perjalanan begitu dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk mengantisipasi risiko yang tak terduga. Dia mencontohkan, ketika ada kejadian Anak Gunung Krakatau erupsi, banyak penerbangan yang ditunda dan untungnya ada penumpang yang membeli asuransi perjalanan Zurich. Dengan demikian, mereka mendapatkan proteksi untuk suatu kejadian yang tidak terduga.
"Itu kegunaan asuransi, tak pernah tahu ada pesawat tidak boleh terbang kalau ada debu vulkanik. Namun, ternyatan mereka ada perlindungan dari asuransi. Itu contoh asuransi menjadi relevan terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari," tuturnya.
Terkait kinerja, Edhi menyampaikan pertumbuhan asuransi perjalanan sebesar 10% secara Year on Year (YoY) per September 2026.
Baca Juga: Karhutla Ganggu Penerbangan, Zurich: Asuransi Perjalanan Begitu Diperlukan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














