kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

AASI Siapkan Standarisasi Polis Asuransi Parametrik Syariah


Senin, 26 Januari 2026 / 14:46 WIB
AASI Siapkan Standarisasi Polis Asuransi Parametrik Syariah
ILUSTRASI. AASI Siapkan Standarisasi Polis Asuransi Parametrik Syariah (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mulai mendorong pengembangan asuransi parametrik syariah untuk memperluas penetrasi industri asuransi syariah nasional.

Ketua Umum AASI Rudy Hamdany mengatakan, asosiasi telah menyiapkan standarisasi polis asuransi parametrik agar implementasinya tidak berbeda-beda antar perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kesiapan industri sebelum produk tersebut diperkenalkan secara masif ke masyarakat.

“Asuransi parametrik sudah kami siapkan, termasuk polis-polisnya. Standarnya juga kami buat supaya tidak berbeda-beda,” kata Rudy saat ditemui usai peresmian gedung baru Grha Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: AASI Proyeksikan Peluang Pemulihan Asuransi Jiwa Syariah pada 2026

Menurut Rudy, asuransi parametrik memiliki potensi besar, terutama untuk sektor-sektor yang selama ini belum terjangkau optimal oleh asuransi konvensional, seperti pertanian dan risiko bencana. Sebagai negara agraris, Indonesia dinilai membutuhkan produk perlindungan yang lebih relevan dengan karakteristik risikonya.

Ia menambahkan, pengembangan asuransi parametrik tidak hanya berhenti pada penyediaan produk, tetapi juga perlu dibarengi dengan edukasi yang tepat. Namun, edukasi baru dapat dilakukan secara efektif jika produk sudah benar-benar tersedia.

“Jangan sampai masyarakat sudah diedukasi, tetapi produknya tidak ada. Produk harus disiapkan dulu, baru kemudian diedukasikan,” ujarnya.

Baca Juga: Tertekan Tahun Lalu, Begini Prospek Industri Asuransi Syariah pada Tahun 2026

Di sisi lain, Rudy mengakui industri asuransi syariah masih menghadapi sejumlah tantangan menuju 2026. Salah satunya adalah rendahnya tingkat literasi dan penetrasi asuransi syariah, yang masih berada di kisaran 1% dari total penduduk Indonesia.

“Literasi harus berkelanjutan, tidak hanya di momen tertentu seperti bulan puasa. Harus rutin dan konsisten,” tegasnya.

Meski demikian, Rudy tetap optimistis terhadap prospek industri asuransi syariah. Ia menilai pertumbuhan ekonomi nasional yang masih terjaga serta kebutuhan perlindungan risiko yang semakin beragam akan menjadi peluang bagi industri, termasuk melalui pengembangan produk inovatif seperti asuransi parametrik.

Baca Juga: AASI Ungkap Tantangan Berat Asuransi Syariah Jelang Penerapan KPPE 2028

Selanjutnya: Menimbang Saham Tambang Logam yang Harganya Terbang

Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart Periode 24-31 Januari 2026, Kilau Nipis Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×