kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Aksi Jual Asing Tekan Saham Big Banks, Simak Rekomendasinya


Senin, 05 Januari 2026 / 19:54 WIB
Aksi Jual Asing Tekan Saham Big Banks, Simak Rekomendasinya
ILUSTRASI. Saham bank berkapitalisasi besar terlihat kompak melemah pada perdagangan Senin (5/1/2026) meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup menguat.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar terlihat kompak melemah pada perdagangan Senin (5/1/2026) meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup menguat.

Dilihat dari Stockbit, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi 0,27% ke level Rp3.630 per unit. Saham BBRI terlihat menjadi emiten yang paling banyak dilego investor asing, dengan nilai net sell mencapai Rp 134,78 miliar.

Tekanan juga dialami PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Saham BMRI dilego asing dengan nilai mencapai Rp 51,16 miliar. Sahamnya juga ditutup melemah 0,49% ke level Rp5.050 per saham.

Kemudian ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Saham bank pelat merah ini mencatatkan net sell asing sebesar Rp 23,65 miliar. Harga sahamnya juga turun 0,70% ke Rp 4.230 per unit pada perdagangan di hari yang sama.

Baca Juga: Pangsa Pasar Bank Syariah Indonesia: Tantangan dan Strategi Ekspansi 2026

Aksi jual asing terhadap saham perbankan besar belum berhenti di situ. Saham bank swasta milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut masuk dalam daftar saham yang dilego asing, dengan nilai net sell mencapai Rp 38,15 miliar. Walau demikian, harga sahamnya terlihat menguat 0,62% menjadi Rp8.075 per unit.

Pergerakan saham perbankan masih menghadapi tekanan seiring sikap investor asing yang cenderung berhati-hati dalam jangka pendek. Sentimen global yang masih risk off, ditambah ketidakpastian arah suku bunga acuan, membuat aliran dana asing ke saham-saham bank besar belum kembali solid.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai aksi net sell asing saat ini lebih dipicu oleh strategi menunggu kejelasan kondisi makro dan kebijakan moneter ke depan.

Selain itu, sebagian investor disebut telah melakukan akumulasi secara bertahap menjelang periode pembagian dividen, khususnya pada saham-saham bank besar seperti BBRI dan BMRI.

“Investor asing saat ini cenderung risk off untuk jangka pendek sambil memantau kondisi perekonomian Indonesia dan outlook suku bunga acuan. Ada juga indikasi akumulasi bertahap sebelum pembagian dividen, sehingga fokus investasi akan kembali ke jangka menengah ketika outlook suku bunga lebih jelas,” ujar Indy kepada kontan.co.id, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Dorong Bisnis Bank Emas, Transaksi Emas BSI Melonjak Lewat BYOND

Ke depan, sentimen sektor perbankan juga akan sangat dipengaruhi oleh kinerja keuangan kuartal IV-2025, terutama dari sisi profitabilitas dan kualitas aset. Untuk jangka menengah hingga panjang, Indy masih melihat saham perbankan berfundamental kuat tetap menarik.

Ia merekomendasikan BMRI dengan target harga Rp5.500, serta BBCA yang dinilai menarik untuk jangka panjang dengan target Rp10.000.

Sementara itu, Analis Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai pergerakan saham perbankan saat ini masih cenderung bergerak terbatas.

Saham bank-bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI belum menunjukkan penguatan signifikan akibat minimnya sentimen positif dan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) di sejumlah bank besar.

“Aliran dana asing ke sektor perbankan masih relatif kecil. Dalam beberapa pekan terakhir, investor asing justru lebih aktif melakukan trading di sektor tambang, sehingga terjadi pergeseran fokus sementara dari saham-saham perbankan,” jelas Ekky.

Meski demikian, Ekky menilai peluang rotasi dana ke saham bank tetap terbuka secara musiman. Menjelang periode pembagian dividen yang biasanya terjadi pada akhir kuartal I, sektor perbankan dinilai berpotensi kembali dilirik investor.

Baca Juga: Dana SAL Rp 1 Triliun Ludes dalam Seminggu, Bank Jakarta Menanti Tambahan

Untuk jangka pendek, Ekky justru melihat saham bank digital memiliki daya tarik lebih kuat dari sisi teknikal. ARTO dinilai mulai rebound dari area support dengan target penguatan di kisaran 2.200, dan berpotensi menguji level 2.400 jika momentum berlanjut.

Sementara itu, BBYB juga menunjukkan sinyal pembalikan arah dengan peluang penguatan menuju level 600, yang menjadi area resistance sekaligus level tertinggi sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar disarankan tetap selektif dan menyesuaikan strategi investasi dengan horizon waktu, sembari mencermati perkembangan suku bunga, aliran dana asing, serta kinerja keuangan emiten perbankan ke depan.

Selanjutnya: Banyak Tugas Pemerintah Bikin Kredit Bank Milik Danantara Melonjak

Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×