kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.201   69,31   0,85%
  • KOMPAS100 1.156   9,79   0,85%
  • LQ45 833   4,06   0,49%
  • ISSI 292   3,92   1,36%
  • IDX30 432   1,32   0,31%
  • IDXHIDIV20 517   -1,33   -0,26%
  • IDX80 129   1,03   0,81%
  • IDXV30 141   0,22   0,15%
  • IDXQ30 140   -0,19   -0,13%

Alhamdulillah, pangsa Bank Muamalat naik ke 23%


Senin, 29 April 2013 / 15:32 WIB
Alhamdulillah, pangsa Bank Muamalat naik ke 23%
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A Temasek logo is seen at the annual Temasek Review in Singapore July 7, 2016. REUTERS/Edgar Su/File Photo


Reporter: Dessy Rosalina |

JAKARTA. Persaingan di industri perbankan syariah yang makin sengit tak membuat Bank Muamalat “jiper”. Buktinya, sepanjang 2012, bank islami ini sukses mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 38,1% menjadi Rp 44,9 triliun.

“Peningkatan aset ini membawa market share Bank Muamalat meningkat dari 22,3% menjadi 23% di akhir 2012 dari total industri perbankan syariah” jelas Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin(29/4).

Peningkatan aset juga dibarengi kenaikan pembiayaan yang membukukan Rp 32,9 triliun atau tumbuh 46,3% dari Rp 22,5 triliun secara tahunan.

Arviyan menyebut, Financing to Deposit Ratio (FDR) pun naik dalam posisi yang optimal yaitu 94,2% dari 85,2% posisi akhir 2011.

Penyaluran pembiayaan Bank Muamalat disumbang oleh akad Murabahah yang mencapai 49,68% dari total portfolio. Selanjutnya, akad bagi hasil (Mudharabah dan Musyarakah) porsinya mencapai 45,79%.

Meskipun terbilang ekspansif, tingkat pembiayaan bermasalah (NPF-nett) terjaga pada level yang cukup rendah yaitu sebesar 1,81%.

Pada periode tahun lalu, laba sebelum pajak Bank Muamalat tercatat Rp  521,8 miliar atau meningkat 40,4 % (yoy) dari posisi Rp 371,7 miliar pada tahun 2011. Sementara laba bersih tercatat meningkat 42,3% dari Rp 273,6 miliar menjadi Rp 389,4 miliar.

Dari aspek penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp 34.9 triliun atau meningkat 30.4% dari Rp 26.8 triliun (yoy). Pertumbuhan DPK diikuti dengan pertumbuhan dana ritel dari produk-produk Tabungan (Saving Accounts) yang mencapai 35.3%. Tingginya pertumbuhan DPK tabungan tak hanya di hasilkan dari bertambahnya rekening-rekening baru, namun juga dari meningkatnya saldo rekening nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×