kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Askrida menargetkan penjualan premi mencapai Rp 1T


Rabu, 12 September 2012 / 13:48 WIB
ILUSTRASI. Anak-anak bermain di luar tenda UNICEF yang didirikan untuk memberikan dukungan psikososial kepada orang-orang yang terkena dampak ledakan besar di daerah pelabuhan Beirut, Lebanon 20 Agustus 2020.


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

JAKARTA. PT Asuransi Bangun Askrida (Askrida) menargetkan, penjualan premi di 2012 mencapai Rp 1 triliun. Di semester 1 lalu, Askrida telah mengantongi duit premi baru senilai Rp 560 miliar.

"Kami yakin target tersebut bisa dipenuhi. Di akhir 2011 lalu, kami mematok premi sebesar Rp 650 miliar," kata Direktur Utama Askrida Ai Sobaryadi, Rabu (12/9). Selama ini premi perusahaan berasal dari sektor properti, aneka dan kendaraan.

"Porsinya seluruhnya sama. Jadi tidak ada yang mayoritas," jelasnya. Per Juni lalu, asset Askrida sudah menjadi Rp 1,1 triliun. Dari total target itu, laba yang dibidik adalah Rp 120 miliar. Selama enam bulan pertama, laba Askrida sudah terpenuhi 60% dari target tersebut.

Sementara untuk pemasaran asuransi jiwa dan kesehatan, produk tersebut di-cover oleh unit usaha syariah. "Premi kesehatan kami baru memberikan masukan sekitar Rp 20 miliar, kontribusinya belum terlalu besar karena masih baru," tambahnya.

Uniknya, sebagian besar nasabah asuransi jiwa ini adalah anggota DPRD dengan porsi hingga 60%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×