kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Ekonomi ingin menempel HSBC


Senin, 23 Februari 2015 / 10:15 WIB
ILUSTRASI. Indonesia Battery Corporation (IBC) berambisi terus mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sebentar lagi, nama Bank Ekonomi Raharja bakal hilang dari bursa saham Indonesia. Sebab, Bank Ekonomi Raharja memutuskan hengkang dari bursa alias menjadi perusahaan tertutup.

Keinginan go private ini sudah disampaikan Anthony Colin Turner, Direktur Utama Bank Ekonomi kepada regulator per 16 Februari 2015. Bank Ekonomi berniat keluar dari bursa saham lantaran jumlah saham publik sangat minim yakni hanya 0,06%.

Bank dengan kode saham BAEK ini pun tidak aktif diperdagangkan di bursa saham. Alasan paling penting, "Setelah go private, kami berencana melakukan integrasi dengan kantor cabang HSBC Indonesia," kata Wahyu Adiguna, Head of Corporate Communications Bank Ekonomi Raharja kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Kendati telah keluar dari pasar modal, Bank Ekonomi tak khawatir kesulitan mencari pendanaan. Sebab, pemegang saham, yakni HSBC INdon HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited, berjanji terus menyokong ekspansi bisnis Bank Ekonomi.

Integrasi alias menempel bisnis sang induk usaha merupakan jalan keluar bagi Bank Ekonomi keluar dari kesulitan. Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rapor kinerja Bank Ekonomi justru melesu setelah dikendalikan HSBC. 

Sekadar kilas balik, HSBC menguasai saham Bank Ekonomi sejak tahun 2009. Kala itu, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 339,05 miliar per Desember 2009. Sayangnya, per Desember 2014, laba bersih Bank Ekonomi hanya Rp 66,26 miliar, susut  73,52% dari sebelumnya Rp 250,24 miliar per Desember 2013.

Penurunan laba tersebut disebabkan penurunan pendapatan bunga bersih sebesar 0,83% menjadi Rp 1,19 triliun. Pos beban operasional selain bunga bersih pun membengkak hingga Rp 1,33 triliun, lebih tinggi dari pendapatan operasional selain bunga yang hanya Rp 198 miliar.

Tahun 2014, kredit Bank Ekonomi naik tipis 2,65% menjadi Rp 19,91 triliun. Tahun ini, Bank Ekonomi membidik pertumbuhan bisnis lebih tinggi. Kredit ditargetkan tumbuh 10,91% menjadi sekitar Rp 22,09 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Ekonomi diprediksi naik 10,25%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×