Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Neo Commerce (BBYB) membukukan laba sebesar Rp 136,98 miliar di kuartal I-2026. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, labanya turun 14,36% yoy dari Rp 159,94 di kuartal I-2025.
Kredit yang disalurkan Bank Neo Commerce pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp 7,03 triliun, terkontraksi sebesar 17,24% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 8,49 triliun.
Walau demikian, total asetnya, pada posisi Maret 2026 meningkat sebesar 0,94%, dari Rp 18,17 triliun di akhir Maret 2025, menjadi Rp 18,34 triliun di Maret 2026.
Baca Juga: Outstanding Paylater Tembus Rp 56,3 Triliun, IdScore Wanti-wanti Risiko Kredit
Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono mengatakan, BNC senantiasa menjaga kualitas kredit di mana Non Performing Loan (NPL) neto per Maret 2026 tetap terjaga, sebesar 0,43%. Hal ini dilakukan karena BNC fokus pada menyalurkan kredit yang lebih berkualitas dan lebih selektif.
"Di tengah banyaknya ketidakpastian yang sedang terjadi dan keadaan geopolitik yang tengah bergejolak di beberapa belahan dunia, Bank Neo Commerce terus berupaya menjalankan bisnis dengan baik dan tetap memperhatikan tata kelola," ungkap Eri dalam siaran pers, Rabu (29/4/2026).
Pihaknya disebut fokus mendorong pertumbuhan kredit di segmen digital retail secara hati-hati dan memperkuat ekosistem digital perusahaan.
Baca Juga: Fintech Samir Catatkan Kenaikan Penyaluran Pembiayaan 57% per Maret 2026
"Kami terus berupaya untuk melanjutkan tren kinerja yang positif ke depan yang terbukti dengan raihan laba sebesar Rp 136,98 miliar yang berhasil kami catatkan di Kuartal pertama di tahun 2026 ini,” tambahnya.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNC per Maret 2026 tercatat sebesar Rp13,42 triliun, terkontraksi sebesar 1,97% dari Rp13,69 triliun pada kuartal I tahun lalu.
Jika dilihat lebih rinci dari komposisi DPK, terjadi peningkatan pada tabungan sebesar 8,62% dari Rp3,22 triliun pada Kuartal I/2025 menjadi Rp3,50 triliun pada periode yang sama tahun ini.
Sedangkan deposito terkontraksi 2,18% dari Rp 9,56 triliun di kuartal I tahun lalu menjadi Rp 9,35 triliun di Kuartal I/2026. Hal ini selaras dengan strategi bank untuk terus meningkatkan komposisi dana murah dengan meningkatkan kapabilitas transaksi, yang menghasilkan CASA rasio di 30,34% di akhir kuartal I-2026.
Sedangkan dari sisi efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per Maret 2026 berada di posisi 83,68%. Sedangkan Cost to Income ratio (CIR) tercatat sebesar 32,93%, dan Net Interest Margin (NIM) berada di posisi 13,50%.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 50,60%, meningkat signifikan dibandingkan 35,81% pada periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan laba bersih.
Eri menjelaskan, rasio CAR yang cukup tinggi ini menandakan Bank memiliki permodalan yang kuat, yang didukung juga dengan kondisi likuiditas Bank yang memadai sehingga memungkinkan Bank untuk melakukan ekspansi bisnis di tengah gejolak ekonomi yang dinamis serta mencerminkan perbaikan manajemen risiko.
“Bank Neo Commerce kembali membuktikan dapat mencatatkan raihan laba yang baik di Kuartal I/2026 yang melebihi dari target yang sudah kami tetapkan.Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah setia, pemegang saham, dan tentunya Neobankers yang telah bekerja keras, melakukan tata kelola yang baik, serta melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis," ungkapnya.
Pihaknya optimistis untuk tetap dapat meneruskan tren kinerja yang positif di sepanjang tahun 2026 ini, melanjutkan pencapaian positif yang telah BNC catatkan dalam satu atau dua tahun terakhir.
Dari sisi layanan, Bank Neo Commerce berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, terkait transaksi keuangan.
Salah satu inovasi yang tengah digarap untuk terus dapat melayani nasabah dengan baik, adalah akan adanya layanan Buy Now Pay later (BNPL) yang akan diluncurkan pada tahun 2026 ini. Layanan ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya kami dalam memperluas akses pembiayaan yang aman, terukur, dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
Pada awal tahun 2026, Bank Neo Commerce juga menerima kabar baik terkait performa saham BBYB. Saham BBYB resmi menjadi salah satu anggota baru Indeks Economic 30, yang mulai berlaku pada 2 Maret 2026 lalu.
“Masuknya BBYB dalam indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek Perseroan yang secara konsisten mencatatkan kinerja keuangan dan bisnis yang meyakinkan," jelasnya.
Ini kata Eri ditandai dengan raihan laba bersih Rp 565,69 miliar di sepanjang tahun 2025 lalu, dilanjutkan dengan raihan laba bersih di Kuartal I 2026 sebesar Rp136,98 miliar, dengan rasio-rasio keuangan yang stabil dan terjaga.
"Tentu, ini memperkuat posisi BNC sebagai salah satu bank dengan layanan digital yang semakin diperhitungkan di industri perbankan nasional seiring meningkatnya kepercayaan berbagai stakeholders kepada Bank Neo Commerce,” tutup Eri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











