kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Bank Permata merilis subdebt Rp 1 triliun


Rabu, 01 Februari 2012 / 12:39 WIB
ILUSTRASI. Sinopsis anime Kemono Jihen, anime action supranatural seru di awal tahun 2021


Reporter: Christine Novita Nababan |

JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan menerbitkan obligasi subordinasi atawa subdebt senilai kurang dari Rp 1 triliun pada paruh pertama tahun ini. Permata belum bisa memastikan angka final, karena masih menghitung kebutuhan dana.

Wakil Direktur Utama Bank Permata, Herwidayatmo mengatakan, dana hasil subdebt ini diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan. "Kalau mau bertambah besar, modalnya harus kuat. Kalau modal sedikit, perkembangannya sedikit. Kami masih menghitung kebutuhannya," ujarnya, Selasa (31/1).

Bank Permata ingin menjaga rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 12%, jauh di atas batas CAR minimal yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 8%. Per Desember 2011, CAR di 14,1%. Namun rasio tersebut bisa tergerus seiring rencana penyaluran kredit tahun ini.

Herwidayatmo menghitung, pertumbuhan kredit pada tahun ini tidak akan sampai 20%. Jumlah tersebut berada di bawah rata-rata target penyaluran kredit bank tahun ini di kisaran 22% - 23%. Bank sentral melansir angka ini, setelah menerima semua rencana bisnis bank (RBB).

Target konservatif Bank Permata ini tak lepas dari kecukupan modal tersebut. Manajemen merasa tidak memiliki ruang yang cukup besar untuk meningkatkan struktur permodalan. "Supaya bisa terhitung sebagai tier 2, subdebt ada ruangnya, saat ini kami masih hitung," tegasnya.

Sebelumnya, Lauren Sulistiawati, Direktur Retail Banking Permata menjelaskan, pihaknya konservatif dalam menetapkan target, karena mempertimbangkan prospek perekonomian global. Target kredit lebih rendah lantaran bank hati-hati menyalurkan kredit korporasi, dan small medium enterprise (SME).

Sebagai gantinya, bank patungan antara Astra International dan Standard Chartered Bank ini akan memaksimalkan pertumbuhan kredit konsumsi. Antara lain, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan dan kredit tanpa agunan (KTA). "Pasarnya masih sangat luas sementara ketersediannya masih kurang," kata Lauren.

Hingga September 2011, total kredit korporasi dan SME Bank Permata mencapai Rp 15 triliun. Bisnis KPR dan multifinance masing-masing menyumbang sebesar Rp 10 triliun, sedangkan KTA senilai Rp 300 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×