kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BCA Syariah Cetak Kinerja Ciamik Hingga Kuartal III, Laba Melesat 56%


Sabtu, 28 Oktober 2023 / 00:37 WIB
BCA Syariah Cetak Kinerja Ciamik Hingga Kuartal III, Laba Melesat 56%
ILUSTRASI. Pemaparan kinerja?BCA Syariah.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank BCA Syariah masih melanjutkan pertumbuhan kinerja ciamik hingga kuartal III-2023. Anak usaha BCA ini mengantongi laba bersih sebesar Rp 118,8 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, melonjak 56,8% secara tahunan. 

Mengutip laporan keuangan BCA Syariah, Jumat (27/10), lonjakan laba bersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan setelah bagi hasil sebesar 15,5% secara year on year (yoy) menjadi Rp 502,9 miliar. Pada sembilan bulan pertama tahun lalu hanya meraup Rp 434,8 miliar. 

Di sisi lain, pendapatan berbasis fee dan komisi bank ini juga meningkat dari Rp 22,6 miliar menjadi Rp 28,6 miliar. 

Selain didorong kenaikan pendapatan, performa bottom line BCA Syariah juga didukung penurunan biaya provisi. Bebqan kerugian penurunan nilai aset turun signifikan dari Rp 198,6 miliar menjaid Rp 50,9 miliar. 

Pembiayaan BCA Syariah telah mencapai Rp 7,8 triliun per September 2023, meningkat 6,1% secara tahunan. Penghimpunan dana pihka ketiga (DPK) bank ini mencapai Rp 10 triliun, tumbuh 21% yoy. 

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Penyalur Gaji ASN, Bank Muamalat Bisa Dongkrak Pertumbuhan DPK

Sementara total asetnya sudah mencapai Rp 13,3 triliun per september, meningkat 17,9% dari periode yang sama tahun lalu. 

Kualitas aset BCA syariah masih terjaga baik meski rasio non performing finance (NPF) sedikit naik menjadi 1,91% dari level 1,44% pada September 2022. Net operation margin bank ini meningkat dari 1,2% menjadi 1,83%. 

Manajemen BCA Syariah tetap optimis penyaluran pembiayaan sampai akhir tahun akan tumbuh sekitar 10%-12%. Adapun sektor yang dinilai masih prospektif untuk memacu pembiayaan berasal dari industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian dan perkebunan. 

Adapun laba bersih diharapkan bank ini bisa tumbuh dikisaran 20%-30% tahun ini. Target tersebut tak sulit untuk direalisasikan mengingat hingga kuartal III sudah tumbuh 56,8% secara tahunan. 

Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

Disamping terus berupaya mendorong pertumbuhan kinerja, BCA Syariah juga berupaya meningkatkan literasi dan keuangan syariah. 

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, pihaknya terus berkomitmen mendorong peningkatan literasi keuangan syariah di tanah air. 

BCA Syariah juga mendukung kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2023 yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan berbagai rangkaian kegiatan literasi dan inklusi. 

"Sampai dengan September 2023, BCA Syariah telah melaksanakan tidak kurang dari 31 kegiatan edukasi keuangan syariah dengan jumlah peserta mencapai 6.500 dengan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, wartawan dan pelaku UMKM." kata dia, Jumat (27/10).

Baca Juga: Bank Syariah Genjot Segmen Pembiayaan UMKM

Salah satu upaya peningkatan literasi dan inklusi dilakukan BCA Syariah dengan menggelar workshop bersama dengan media dengan tujuan meningkatkan kapabilitas awak media untuk dapat membaca laporan keuangan sehingga dapat menghasilkan ppenulisanberkualitas dan akurat mengenai perbakan syariah.

Kepala Grup (Direktur) Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK Mohammad Ismail Riyadi menjelaskan, bahwa Indonesia memiliki prospek pengembangan keuangan syariah yang bagus terutama di era transformasi digital saat ini. 

“Penguatan literasi keuangan syariah harus terus dilakukan melalui upaya yang kolaboratif dan komprehensif antar seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Dia menambahkan, peningkatan itu perlu berkesinambungan dan mampu mengoptimalkan perkembangan teknologi digital sehingga dapat mempermudah dan memperluas akses keuangan syariah sebagai solusi utama bagi masyarakat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi (SNLKI) yang dilaksanakan OJK di 2022, indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 9,14%.  Sementara, indeks inklusi keuangan syariah mencapai 12,12%. Adanya gap antara literasi dan inklusi keuangan menggambarkan bahwa masyarakat cenderung menggunakan produk atau layanan keuangan syariah meskipun belum terlalu memahami produk atau layanan itu sendiri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×