kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.795   100,38   1,76%
  • KOMPAS100 753   18,16   2,47%
  • LQ45 571   14,12   2,54%
  • ISSI 200   1,91   0,96%
  • IDX30 323   7,52   2,38%
  • IDXHIDIV20 397   8,10   2,08%
  • IDX80 85   1,96   2,35%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 104   1,95   1,91%

BI kerek bunga acuan 7DRR rate jadi 5,5%, BCA masih wait and see


Minggu, 19 Agustus 2018 / 11:53 WIB
ILUSTRASI. Bank Central Asia (BCA)


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menanggapi langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan bunga acuannya pada pekan lalu sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%.

Jan Hendra. Sekretaris Perusahaan BCA mengatakan, meski BI menaikkan suku bunga acuannya, BCA masih melihat situasi dan kondisi sebelum ikut menyesuaikan suku bunga kredit.

"Kami perlu melihat perkembangan yang ada untuk (menyesuaikan) suku bunga kredit," kata Jan kepada kontan.co.id, Kamis (16/8).

Sebelumnya BCA mengatakan akan menaikkan bunga di sektor konsumer, seperti kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) pada Agustus 2018.

Sektor kredit lain seperti kredit komersial juga naik. "BCA juga menaikkan suku bunga kredit modal kerja sekitar 0,25%–0,50% per Agustus 2018 untuk seluruh segmen kredit produktif," ujar Jan Hendra.

Berdasarakan data suku bunga dasar kredit (SBDK) BCA sampai 31 Juli 2018, tercatat seluruh sektor kredit BCA masih single digit. Paling tinggi adalah kredit ritel dan KPR masing-masing 9,9% kemudian disusul masing-masing kredit kredit korproasi dan kredit konsumsi non KPR masing-masing 9,75% dan 7,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×