Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk, Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
Sementara itu, Bank BPD DIY juga mencatat pertumbuhan bisnis agen meski skalanya lebih kecil dibandingkan bank-bank besar. Hingga Juli 2026, jumlah agen BPD DIY mencapai 2.228 agen atau tumbuh 18% secara tahunan.
Dalam tujuh bulan pertama 2026, agen BPD DIY melayani sekitar 233.000 transaksi dengan nilai Rp 35,6 miliar. Aktivitas tersebut menghasilkan pendapatan bagi hasil bagi bank sebesar Rp 582,7 juta.
Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY R. Agus Trimurjanto mengatakan, pendapatan bagi hasil dari agen tersebut setara sekitar 1% dari total pendapatan komisi BPD DIY.
Dari sisi pendanaan, kontribusi agen terhadap dana pihak ketiga (DPK) BPD DIY memang masih terbatas, yakni sekitar 0,35% dari total DPK. Namun, perseroan masih melihat ruang ekspansi yang cukup besar seiring pertumbuhan jaringan agen.
Baca Juga: Deposito Masih Dominan, Allo Bank Fokus Tingkatkan Porsi Dana Murah
"Hingga akhir tahun, kami menargetkan jumlah agen bertambah menjadi sekitar 2.300 agen," ujar Agus.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa bisnis laku pandai mulai memiliki fungsi yang lebih luas bagi perbankan.
Selain memperbesar jangkauan layanan dan mendorong volume transaksi, jaringan agen dapat menjadi kanal penghimpunan dana murah, terutama ketika bank terus mencari sumber DPK dengan biaya yang efisien.
Bagi bank, semakin aktif jaringan agen berarti semakin besar peluang untuk meningkatkan transaksi sekaligus mengonversi aktivitas tersebut menjadi hubungan nasabah dan penghimpunan dana.
Baca Juga: Kupon Obligasi Korporasi Tembus 10%, Bank Makin Sulit Jaga Dana Deposan Besar
Dengan demikian, ekspansi agen menjadi salah satu strategi untuk memperkuat bisnis perbankan di tengah persaingan mendapatkan dana murah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
