Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perbankan mencatatkan pertumbuhan yang positif dalam transaksi cash management. Pertumbuhan ini turut mendorong pendapatan berbasis komisi alias fee based income dan juga dana murah (CASA/Current Account Savings Account) bank.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya. BCA senantiasa melakukan berbagai pengembangan bisnis dan inovasi layanan Cash Management untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang kian berkembang.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn bilang bahwa kemudahan dan fleksibilitas transaksi yang ditawarkan oleh Cash Management BCA turut berkontribusi dalam menjaga arus kas dalam ekosistem BCA, sehingga menopang pertumbuhan dana pihak ketiga, khususnya CASA.
Hingga Juni 2025, dicatat frekuensi dan nilai transaksi dari layanan cash management BCA bertumbuh positif. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah nasabah yang menggunakan layanan cash management BCA sebesar 20% secara tahunan (YoY).
Baca Juga: Bisnis Cash Management Kian Merekah, Simak Strategi 2 Bank Berikut
Adapun pertumbuhan transaksi dan nasabah Cash Management BCA turut berkontribusi positif bagi kenaikan pendapatan non bunga BCA. Secara keseluruhan, pendapatan non bunga BCA naik 10,6% YoY menjadi Rp13,7 triliun pada semester I 2025, ditopang pendapatan fee dan komisi yang tumbuh 9,5% YoY.
“Ke depan, kami berharap bisnis cash management BCA dapat terus bertumbuh positif di 2025,” kata Hera kepada Kontan Jumat (29/8/2025).
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN juga mencatatkan kinerja positif pada layanan ini. Sekretaris Perusahaan BTN Ramon Armando membeberkan bahwa jumlah pengguna Cash Management di BTN saat ini adalah sekitar 19.000 company.
“Segmen nasabah BTN masih didominasi property related, termasuk healthcare dan education, namun dengan hadirnya Bale Korpora, layanan Cash Management terbuka bagi seluruh segmen dari mulai instansi pemerintahan sampai dengan industry trading,” ungkap Ramon.
Meskipun begitu, Ramon bilang bahwa fee based income yang diperoleh dari Cash Management sangat kecil porsinya jika dibandingkan layanan transactional lainnya. Namun, dengan meningkatnya nasabah yang aktif bertransaksi maka dana murah yang mengendap di BTN akan bertumbuh.
Baca Juga: Jumlah Nasabah Wealth Management BTN Tumbuh Dobel Digit Didominasi Segmen Korporasi
“Hingga akhir tahun, kami optimis di akhir tahun pengguna Cash Management akan menyentuh angka 21.000 company,” bidiknya.
Terakhir, begitu pula dengan PT Bank bjb Syariah. Direktur Utama bjb Syariah Arief Setyahadi mengatakan bahwa terkait layanan Cash Management bjb Syariah, secara umum kondisinya berjalan dengan baik dan terus akan dikembangkan.
“Layanan ini masih sangat prospektif karena mampu mendukung kebutuhan pengelolaan keuangan nasabah, khususnya segmen institusi, korporasi, dan lembaga lainnya,” kata Arief.
Arif kemudian menjabarkan bahwa kontribusi layanan ini terhadap pendapatan fee based income di bjb syariah masih positif dan terus menunjukkan tren yang meningkat, yang mana tumnbuh sekitar 72,08% dari tahun sebelumnya (YoY).
Selain itu, jumlah nasabah Cash Management di bjb Syariah juga tumbuh sekitar 57.37% secara tahunan (YoY). Arief bilang bahwa bisnis ini akan terus bertumbuh, seiring dengan meningkatnya kebutuhan transaksi pada nasabah korporasi.
“Segmen yang kami bidik meliputi institusi pendidikan, rumah sakit, serta korporasi lainnya yang membutuhkan solusi pengelolaan kas terintegrasi,” bebernya.
Proyeksi dan target ke depan, bjb Syariah optimis layanan cash management akan tetap tumbuh solid hingga akhir tahun. Kinerja layanan ini dibidik tumbuh 49,5% secara tahunan.
Baca Juga: Bank BJB Syariah Raup DPK Rp 11 Triliun per Juni 2025, Ini Faktor Penopangnya
Selanjutnya: Menkomdigi: Penutupan TikTok Live di Indonesia Dilakukan Sukarela oleh Platform
Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News