kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

BNI Terbitkan AT1 Rp11,9 Triliun, Diserbu Investor Global 3,6 Kali


Rabu, 29 April 2026 / 15:59 WIB
BNI Terbitkan AT1 Rp11,9 Triliun, Diserbu Investor Global 3,6 Kali
ILUSTRASI. Super Flagship BNI-Petugas bank melayani para nasabah (KONTAN/Hendra Suhara)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI memperkuat struktur permodalannya melalui penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities senilai US$700 juta atau setara Rp11,9 triliun pada 15 April 2026.

Aksi korporasi ini mendapat sambutan positif dari investor global. Permintaan yang masuk tercatat lebih dari US$2,5 miliar, atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 3,6 kali dari nilai yang ditawarkan.

Baca Juga: Kredit Konsumer OK Bank Tumbuh 8% pada Kuartal-1 2026

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penerbitan ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya perseroan merilis instrumen serupa senilai US$600 juta pada 2021.

“Sebagai salah satu bank sistemik di Indonesia, BNI ingin memastikan perannya sebagai agen pertumbuhan ekonomi nasional semakin kokoh melalui struktur permodalan yang kuat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Menurut Okki, langkah ini menjadi bagian dari strategi BNI untuk meningkatkan ketahanan (resilience) di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus memperkuat fondasi guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Baca Juga: RoI Dapen Meningkat Jadi 0,92% per Februari 2026, Ini Penjelasan ADPI

Instrumen AT1 yang diterbitkan memiliki karakteristik sebagai modal tambahan yang bersifat subordinasi, tanpa jatuh tempo (perpetual), serta pembayaran imbal hasil yang tidak diakumulasikan.

Penerbitan dilakukan berdasarkan ketentuan Regulation S (Reg S) dalam US Securities Act dan dicatatkan di Singapore Exchange (SGX), yang menandai semakin luasnya akses BNI ke pasar keuangan internasional.

Tingginya minat investor juga mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental dan prospek kinerja perseroan.

Selain itu, basis investor pada penerbitan kali ini semakin terdiversifikasi, mencakup kawasan Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, hingga offshore Amerika Serikat (AS).

Hal ini menunjukkan meningkatnya daya tarik instrumen keuangan BNI di mata investor global.

Baca Juga: Mencermati Penyebab Kesadaran Asuransi Properti Masih Jauh dari Ideal

Sebagai bagian dari pengelolaan permodalan, BNI juga mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) atas instrumen AT1 yang diterbitkan pada 2021 melalui mekanisme tender offer sekitar 94,7% dari total AT1 eksisting.

Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan komposisi struktur modal secara keseluruhan.

Okki menegaskan, keberhasilan penerbitan AT1 ini memperkuat posisi BNI sebagai salah satu bank nasional yang aktif memanfaatkan instrumen pasar global.

“Dukungan investor yang kuat menjadi sinyal positif terhadap kinerja dan prospek perseroan, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi BNI untuk mendorong ekspansi bisnis dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×