kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45985,38   -2,52   -0.26%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BTN Raup Laba Rp 3,5 Triliun Tahun 2023, Melonjak 14,94%


Senin, 12 Februari 2024 / 06:05 WIB
BTN Raup Laba Rp 3,5 Triliun Tahun 2023, Melonjak 14,94%
ILUSTRASI. Bank BTN


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencetak kinerja moncer tahun lalu. Bank ini berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun sepanjang 2023. Capain tersebut tumbuh 14,94% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp 3,04 triliun pada 2022.

Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan KONTAN (12/2), laba bank berkode saham BBTN ini  justru ditopang oleh kenaikan pendapatan non bunga. Di mana, pos tersebut mengalami kenaikan sekitar 124,37% secara tahunan menjadi Rp 3,82 triliun.

Bank yang fokus pada pembiayaan properti ini berhasil membalikkan kerugian atas penjualan aset keuangan menjadi keuntungan. Sedankan pada 2022, pos tersebut mengalami rugi Rp 500,32 miliar kini menjadi untung Rp 548,61 miliar.

Baca Juga: Perbankan Proyeksikan Penyaluran Kredit ke Sektor Batubara Meningkat di 2024

Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu baru-baru ini mengungkapkan bahwa penjualan aset busuk telah menopang fee based income sepanjang 2023. Ia menyebut BTN telah berhasil melakukan recovery atau pemulihan aset hingga mencapai Rp 800 miliar. “Utamanya, paling banyak berasal dari klaim yang dibayarkan IFG Life atas asuransi jiwa kredit yang senilai Rp 492 miliar,” ujarnya kala itu.

Di sisi lain, BTN justru mencatatkan adanya penurunan pendapatan bunga bersih sepanjang 2023. Nilainya turun dari tahun 2022 yang senilai Rp 15,15 triliun kini menjadi Rp 13,62 triliun.

Maklum, era suku bunga tinggi tampaknya menambah beban bunga yang harus ditanggung oleh BTN. Bank tersebut mencatat beban bunga naik sekitar 36,38% YoY menjadi Rp 14,65 triliun. 

Baca Juga: BRI Targetkan Penyaluran KPR FLPP di 2024 Mencapai 20.000 Unit

Meski demikian, pendapatan bunga BTN tetap terjaga naik tipis sekitar 9,21% YoY menjadi Rp 28,27 triliun. Ini sejalan dengan kenaikan total kredit yang disalurkan sekitar 11,87% YoY menjadi Rp 333,69 triliun.

Nixon mengatakan, transformasi bisnis perusahaan secara menyeluruh telah berdampak positif pada berbagai lini kinerja keuangan baik dari sisi laba, penyaluran kredit, perolehan total dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah maupun kenaikan aset. 

“Kinerja gemilang tahun 2023 merupakan momentum untuk terus menggenjot pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan pada tahun ini. Kami optimistis dengan berbagai strategi bisnis yang kami lakukan, kinerja keuangan tahun 2024 akan semakin positif,” ujar Nixon, Senin (12/2).

Pertumbuhan kredit BTN masih didominasi oleh kredit ke sektor perumahan. KPR Subsidi tumbuh 10,9% menjadi Rp161,74 triliun dan KPR Non Subsidi naik 9,5%  menjadi Rp 96,17 triliun pada tahun 2023. Pertumbuhan kredit disertai perbaikan kualitas aset dengan rasio NPL turun menjadi  3% dari 3,4% pada 2022.

Disisi lain, pada tahun 2023 BTN berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp349,93 triliun, meningkat 8,7% YoY. Dana murah mencapai Rp188 triliun atau naik 20,4% secara tahunan. Sehingga komposisi dana murah BTN mencapai 53,7% terhadap total DPK.  

Baca Juga: BTN Jadi Raja KPR di Indonesia

Kenaikan dana murah ini turut ditopang oleh transformasi digital banking yang dilakukan BTN, terutama pada aplikasi BTN Mobile. Hingga akhir 2023, jumlah pengguna BTN Mobile mencapai 2,7 juta, dengan total transaksi mencapai 235 juta. 

Melesatnya transaksi di BTN Mobile turut mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income/FBI) perseroan naik 60,1% menjadi Rp3,2 triliun pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun. 

Kinerja gemilang juga ditorehkan oleh Unit Usaha Syariah (UUS) BTN atau BTN Syariah. Laba bersihnya mencapai Rp 702,3 miliar, melesat 110,5% secara tahunan.
Hal ini ditopang oleh pembiayaan yang tumbuh 17,4% menjadi Rp37,1 triliun dan  DPK naiv 20,7% menjadi Rp41,8 triliun.

Kinerja gemilang dari sisi penyaluran pembiayaan dan perolehan DPK tersebut, telah membuat posisi aset BTN syariah mengalami lonjakan sebesar 19,79% menjadi Rp54,3 triliun pada tahun 2023. “Kenaikan aset BTN Syariah yang sudah lebih dari Rp50 triliun ini, membuat perseroan memiliki kewajiban untuk melakukan spin off BTN Syariah dan mendirikan BUS yang akan dilaksankan tahun ini.” pungkas Nixon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Corporate Financial Planning & Analysis Mastering Data Analysis & Visualisation with Excel

[X]
×