kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

CIMB Niaga Finance (CNAF) Sebut Market Kendaraan Listrik Masih Prospektif


Jumat, 29 Agustus 2025 / 05:30 WIB
CIMB Niaga Finance (CNAF) Sebut Market Kendaraan Listrik Masih Prospektif
ILUSTRASI. CIMB Niaga Finance (CNAF) menilai pasar kendaraan listrik di Indonesia sudah mulai terbentuk dan prospek ke depannya masih akan tumbuh positif. KONTAN/Baihaki/13/1/2025


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CIMB Niaga Finance (CNAF) menilai pasar kendaraan listrik di Indonesia sudah mulai terbentuk dan prospek ke depannya masih akan tumbuh positif.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance, Ristiawan menyebut kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh untuk memilih kendaraan ramah lingkungan karena memikirkan dari sisi efisiensi biaya.   

Hal ini tercermin dari penyaluran pembiayaan baru kendaraan listrik dan hybrid perusahaan yang mencapai Rp 712 miliar. Angka ini tumbuh 114% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 334 miliar.

Baca Juga: Sejak 2023, CIMB Niaga Auto Finance Telah Terbitkan Obligasi Sebesar Rp 5,1 Triliun

“Padahal, perusahaan sebelumnya menargetkan untuk total penyaluran pembiayaan kendaraan ramah lingkungan (listrik dan hybrid) sebesar Rp 665 miliar hingga akhir 2025,” jelas Ristiawan kepada Kontan, Kamis (28/8/2025).

Terkait wacana pemberhentian insentif untuk impor mobil listrik utuh pada tahun mendatang, Ristiawan menyebut bahwa upaya pemerintah dalam pemberian insentif cukup mendorong pertumbuhan moda transportasi hijau dalam rangka mendukung keberlanjutan.

Baca Juga: Ini Kata CIMB Niaga Auto Finance Soal Rencana Deregulasi Aturan Multifinance

“Kalau untuk kerja sama Asosiasi Pemegang Merek (APM) dengan rakitan lokal, kami terbuka dengan peluang kerja sama di mana fokus CNAF adalah menjadi financial solution bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa saat ini belum ada pembahasan mengenai kelanjutan insentif untuk impor mobil listrik utuh atau completely built-up (CBU) di tahun mendatang.

Selanjutnya: Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Berlaku Tidak? Ini Panduan Lengkap (29 Agustus 2025)

Menarik Dibaca: Tanaman Hias Pengusir Nyamuk yang Aman & Bikin Rumah Segar, Simak Manfaatnya di Sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×