Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja pembiayaan emas hingga akhir tahun ini. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan tantangan yang dihadapi berupa dinamika harga emas dan kondisi daya beli masyarakat.
"Ditambah, adanya kondisi makro ekonomi yang penuh ketidakpastian," ucapnya kepada Kontan, Rabu (9/9/2026).
Untuk menyikapi tantangan tersebut, Ristiawan mengungkapkan CNAF akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Selain itu, dia bilang pihaknya secara berkala juga melakukan evaluasi terhadap produk dan strategi pemasaran agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Meski ada tantangan yang menghadang, Ristiawan tetap optimistis terhadap prospek pengembangan pembiayaan emas ke depannya. Oleh karena itu, dia mengatakan CNAF akan terus meningkatkan penetrasi dan awareness masyarakat.
Baca Juga: Rasio NPF CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Terjaga di Level 1,96% pada Semester I-2026
"Dengan demikian, diharapkan pembiayaan emas dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan," tuturnya.
Sementara itu, Ristiawan menyampaikan pembiayaan emas merupakan salah satu produk yang mulai dikembangkan CNAF pada 2026. Hingga Agustus 2026, dia menyebut penyaluran pembiayaan emas CNAF tercatat sebesar Rp 71 miliar.
Meski kontribusinya terhadap total portofolio pembiayaan masih relatif terbatas, Ristiawan menerangkan perkembangan produk pembiayaan emas menunjukkan respons yang cukup positif dari masyarakat.
Baca Juga: CNAF Bukukan Piutang Pembiayaan Multiguna Rp 2,51 Triliun pada Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














