kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.846   -44,00   -0,25%
  • IDX 6.378   76,54   1,21%
  • KOMPAS100 829   5,91   0,72%
  • LQ45 632   4,87   0,78%
  • ISSI 222   5,27   2,43%
  • IDX30 353   2,54   0,72%
  • IDXHIDIV20 430   2,34   0,55%
  • IDX80 95   0,65   0,69%
  • IDXV30 118   0,90   0,77%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

CNAF Tetap Bidik Pertumbuhan Pembiayaan Mobil hingga Akhir 2026


Jumat, 14 Agustus 2026 / 14:02 WIB
CNAF Tetap Bidik Pertumbuhan Pembiayaan Mobil hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. OJK mencatat, penyaluran pembiayaan mobil, baik baru maupun mobil bekas, di industri multifinance terkontraksi 3,25%  (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan mobil, baik baru maupun mobil bekas, di industri multifinance terkontraksi 3,25% Year on Year (YoY), dengan nilai Rp 230,47 triliun per Juni 2026.

Meski kinerja pembiayaan mobil industri terkontraksi, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) tetap melihat adanya peluang pertumbuhan hingga akhir 2026. Hal itu mengingat kebutuhan terhadap moda transportasi akan tetap ada.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan faktor lainnya, yakni pasar otomotif juga makin dinamis dengan hadirnya beragam pilihan kendaraan yang menawarkan fitur kompetitif, serta makin sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.

"Kondisi tersebut menjadi peluang bagi perusahaan multifinance untuk terus mendorong pertumbuhan dengan menawarkan solusi pembiayaan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Allo Bank Genjot CASA Lewat Transaksi Harian, Bidik Funding yang Lebih Sehat

Meski demikian, Ristiawan juga menyebut masih terdapat tantangan yang menghadang pembiayaan mobil untuk sisa tahun ini, seperti penyesuaian daya beli masyarakat dan fluktuasi kondisi ekonomi makro.

Terkait kinerja, penyaluran pembiayaan mobil CNAF yang mencakup mobil baru dan mobil bekas tercatat senilai Rp 2,7 triliun hingga Juni 2026. Ristiawan menerangkan pencapaian tersebut mencerminkan kinerja yang tetap terjaga secara sehat di tengah dinamika pasar saat ini.

Dia bilang hal itu tak terlepas dari upaya CNAF yang konsisten mengedepankan pertumbuhan berkualitas, serta penerapan prinsip kehati-hatian demi menjaga kesehatan portofolio keuangan perusahaan.

Baca Juga: CIMB Niaga Raup Laba Rp 3,4 Triliun pada Semester I-2026

Untuk mendorong kinerja yang berkelanjutan hingga akhir tahun, Ristiawan menyebut pihaknya terus memperkuat sinergi digital dengan ekosistem induk usaha, serta memperluas jaringan kemitraan dengan para mitra dealer strategis, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan kemudahan dalam proses pembiayaan.

"Kami juga menghadirkan berbagai program dan solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," tuturnya.

Ristiawan menambahkan, CNAF juga tetap menjaga kualitas portofolio melalui proses akuisisi yang selektif dan penguatan monitoring pembiayaan. Dengan pendekatan tersebut, dia optimistis CNAF dapat menangkap peluang pertumbuhan hingga akhir tahun, sekaligus menjaga kualitas aset dan kesehatan portofolio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×