Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bob Tyasika Ananta mengungkapkan bahwa penarikan kembali dana saldo anggaran lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memang sempat dilaksanakan.
Bob bilang penarikan dilakukan pada bulan Juni ini. "Yang kemarin, bulan Juni, memang sudah ada yang ditarik. Tapi masih sebagian kecil, mungkin sekitar 20% - 25% dari total SAL," ujar Bob saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan, Kemenkeu telah menampung masukan-masukan dari perbankan terkait penarikan kembali dana SAL ini. Maka dari itu, pemerintah melakukan kalkulasi ulang untuk memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga.
Namun, Bob mengaku belum mengetahui rencana penambahan dana SAL yang diumumkan Kemenkeu hari ini. Yang pasti, ia memastikan kondisi likuiditas bank saat ini masih dalam level yang memadai. Toh, dana pihak ketiga (DPK) bank masih tumbuh positif sejauh ini.
Baca Juga: Industri Urun Dana Raih Kinerja Positif, Peluang Tumbuh Terbuka hingga Akhir 2026
"Alhamdulillah, waktu ada SAL itu pun, likuiditasnya BSI kan, DPK terus bertambah. Secara strategi likuiditas, yang memang dana aslinya kan DPK itu, itu yang kemudian terus tumbuh. Jadi secara likuiditas umum sih insya Allah masih aman," kata Bob.
Sebagai informasi, pemerintah menempatkan total dana SAL Rp 300 triliun kepada Himbara sejak September 2025 lalu. Baru-baru ini, Kemenkeu dan BI berencana menarik kembali dana tersebut sebesar Rp 130 triliun secara bertahap.
Namun, karena memicu persoalan likuiditas, penarikan ini dibatalkan. Alih-alih, muncul pertimbangan agar penempatan dana SAL di Himbara ditambahkan.
"Sekarang kan sisa Rp 170 triliun (di Himbara), dibalikkan Rp 200 triliun. (Nanti) ditambah Rp 100 triliun, dan Rp 100 triliun (lagi). Ini juga atas petunjuk Bapak Presiden," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kesempatan terpisah, Jumat (26/6/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














