kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Daya Beli Melemah, Premi Asuransi Kendaraan Turun 4,03% per November 2025


Sabtu, 31 Januari 2026 / 18:02 WIB
Daya Beli Melemah, Premi Asuransi Kendaraan Turun 4,03% per November 2025
ILUSTRASI. ilustri multifinance lembaga pembiayaan kendaraan bermotor (KONTAN/Cheppy A.Muchlis) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja premi asuransi kendaraan bermotor masih tertekan hingga November 2025. ?


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja premi asuransi kendaraan bermotor masih tertekan hingga November 2025. 

Berdasarkan data industri posisi November 2025, pendapatan premi asuransi umum dari lini usaha kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp 18,47 triliun, turun 4,03% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, kinerja asuransi kendaraan bermotor sangat dipengaruhi oleh perkembangan penjualan kendaraan bermotor nasional.

Baca Juga: Skema COB Mulai Berlaku, Sompo Insurance Tawarkan Sompo HealthCare+

“Mengingat pada umumnya kendaraan baru yang dibiayai melalui perbankan maupun perusahaan pembiayaan disertai dengan perlindungan asuransi,” tulis Ogi dalam lembar jawaban tertulis PPDP OJK, Selasa (27/1/2026).

Oleh karena itu, perbaikan kinerja lini usaha ini juga berkaitan erat dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Meski demikian, OJK memandang prospek pemulihan asuransi kendaraan bermotor pada 2026 masih terbuka, seiring dengan potensi perbaikan kondisi ekonomi dan pembiayaan kendaraan. 

Namun, pemulihan tersebut perlu didukung oleh penguatan kualitas underwriting dan disiplin manajemen risiko agar pertumbuhan berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Saham BBCA Dijual Asing Hingga Rp 8,1 Triliun, Tengok Target Saham Terbaru

Selanjutnya: PTPP Garap Proyek Gedung Institusional Kejaksaan Agung Senilai Rp 934,36 Miliar

Menarik Dibaca: Harga Bitcoin Bergerak Liar, Investor Disarankan Berhati-hati

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×