kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Di Tengah Tren Underconsumtion Core, Transaksi Pengguna LinkAja Tumbuh 5%


Jumat, 23 Oktober 2026 / 18:13 WIB
Di Tengah Tren Underconsumtion Core, Transaksi Pengguna LinkAja Tumbuh 5%
ILUSTRASI. LinkAja (Dok/LinkAJa)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belakangan mulai marak tren underconsumption core yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan barang yang dimiliki. Tren ini mendorong seseorang untuk memanfaatkan barang yang masih layak pakai, mengurangi pembelian yang tidak diperlukan, dan mementingkan fungsi barang sebelum membelinya.

Berkembangnya tren ini dipandang oleh LinkAja sebagai bentuk perubahan cara masyarakat dalam mengelola pengeluaran. Upaya ini terjadi di tengah kegiatan transaksi yang terus berjalan, tetapi masyarakat menjadi lebih selektif dalam menentukan kebutuhan, membandingkan barang, dan mengatur nilai pembelian agar tetap sesuai kemampuan finansial.

Meskipun tren ini berpotensi mengubah perilaku bertransaksi masyarakat, LinkAja masih mencatatkan kinerja positif sepanjang periode berjalan di tahun 2026 dengan transaksi pengguna di aplikasi tercatat masih tumbuh positif sekitar 5%.

Baca Juga: Verifikasi Rampung, LPSK: Penilaian Restitusi 5.102 Korban DSI Capai Rp 1,07 Triliun

Chief Executive Officer LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan tren ini belum memberikan dampak berarti bagi transaksi di aplikasi mereka. Ini terjadi karena pengguna LinkAja tidak hanya memanfaatkan aplikasi untuk transaksi berbelanja konsumtif saja, tetapi untuk kebutuhan sehari-hari yang bersifat rutin dan esensial.

"Seperti pembelian produk telekomunikasi, pembayaran tagihan, transportasi, bahan bakar, serta transaksi di merchant melalui QRIS," ujarnya kepada Kontan, Jumat (23/10/26).

Meski begitu, dampak dari tren ini mulai terlihat pada beberapa kategori, salah satunya adalah produk telekomunikasi. Meski belum terjadi secara signifikan, Yogi mengatakan kalau kategori ini mulai menunjukkan tren perlambatan.

Di sisi lain, meski transaksi pengguna masih menunjukkan pertumbuhan, tetapi perusahaan juga mulai melihat adanya kecenderungan penurunan ticket size atau nilai rata-rata transaksi.

Pola ini bisa menjadi indikasi bahwa pengguna tetap memenuhi kebutuhan, tetapi dengan nominal yang lebih terukur. Namun, pola transaksi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, kebutuhan musiman, hingga program yang tersedia pada masing-masing kategori.

"Meski demikian, kami masih perlu terus mengamati perkembangan ini sebelum menyimpulkan adanya perubahan perilaku yang bersifat permanen," ujarnya.

Untuk mengantisipasi perubahan tren transaksi sekaligus menjaga pertumbuhan kinerja, LinkAja menyiapkan sejumlah strategi yang terukur. Mulai dari memastikan layanan memiliki fungsi yang jelas dan relevan dengan berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Sejalan dengan itu, perusahaan akan fokus pada penguatan manfaat layanan, kepercayaan pengguna, dan integrasi dalam ekosistem.

Ke depan, LinkAja akan memperkuat manfaat layanan untuk kebutuhan rutin masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi dengan merchant, institusi, ekosistem BUMN, serta mitra strategis agar pertumbuhan bisnis tidak hanya ditopang oleh transaksi end user, tetapi juga oleh solusi keuangan digital yang terintegrasi dalam berbagai aktivitas bisnis.

Sementara dari sisi pengguna, perusahaan akan terus menghadirkan program yang lebih relevan dan tepat sasaran berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan Kredit Korporasi Rp 700 Triliun Per September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×