kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Indonesia Gadai Oke: Digitalisasi Berperan Penting Dalam Menjalankan Proses Bisnis


Minggu, 03 Mei 2026 / 19:27 WIB
Indonesia Gadai Oke: Digitalisasi Berperan Penting Dalam Menjalankan Proses Bisnis
ILUSTRASI. PT Indonesia Gadai Oke menilai digitalisasi begitu penting dalam menjalankan proses bisnis. ? (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren digitalisasi yang berkembang pesat, ternyata turut menjadi perhatian industri pergadaian.

PT Indonesia Gadai Oke menilai digitalisasi begitu penting dalam menjalankan proses bisnis. Hal itu juga sejalan dengan kondisi pergadaian yang sangat bergantung pada kecepatan layanan, akurasi penilaian, serta kepercayaan nasabah.

"Dengan demikian, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Lewat digitalisasi, kami bisa mempercepat proses gadai, meningkatkan akurasi dan transparansi, serta mempermudah akses informasi bagi nasabah," ucap Direktur PT Indonesia Gadai Oke Danioko Sastra Sembiring kepada Kontan, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Outstanding Pembiayaan Multifinance Tumbuh 13,37% di Atas Bank Umum

Selain itu, Danioko menyebut digitalisasi juga membantu perusahaan pergadaian dalam pengelolaan risiko, pencatatan transaksi, hingga monitoring operasional secara real-time.

Danioko menerangkan Indonesia Gadai Oke sudah mulai menerapkan digitalisasi, baik dari sisi operasional internal maupun layanan kepada nasabah, serta pengembangan layanan berbasis mobile. 

Namun, dia mengakui masih ada beberapa tantangan mengenai digitalisasi, seperti literasi digital nasabah yang belum merata, terutama di segmen tertentu, serta investasi teknologi yang membutuhkan biaya dan perencanaan matang. 

Baca Juga: Industri Gadai Genjot Digitalisasi demi Gaet Nasabah Milenial

Danioko menyebut tantangan lainnya datang dari sisi regulasi. Sebab, dia bilang sektor keuangan harus tetap patuh pada ketentuan yang berlaku, khususnya aturan-aturan yang diterapkan untuk lembaga jasa keuangan. 

"Alhasil, setiap inovasi teknologi yang dilakukan kami harus dikaji secara matang dari aspek hukum dan kepatuhan yang berlaku," tuturnya.

Jadi, Danioko mengatakan proses digitalisasi yang dilakukan mesti bertahap, tidak bisa instan. Namun, arahnya jelas menuju digitalisasi yang lebih matang.

Seiring meningkatnya tren digitalisasi, Danioko menilai kantor cabang masih sangat penting dan tidak akan hilang. Dia menjelaskan bisnis pergadaian memiliki karakteristik yang unik, yaitu adanya interaksi fisik dalam penyerahan dan pemeriksaan barang jaminan. 

"Hal itu tentu tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh sistem digital," katanya.

Selain itu, Danioko menyebut dalam proses penyimpanan barang jaminan juga sudah pasti membutuhkan gudang yang sesuai standar ditetapkan oleh regulator. Oleh karena itu, dia mengatakan pihaknya masih akan menambah kantor cabang ke depannya.

"Tentu ke depannya, kami tetap memiliki rencana ekspansi cabang, tetapi dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan pasar. 

Danioko mengatakan perusahaan juga akan mengombinasikannya dengan strategi digital, sehingga pertumbuhan tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi layanan. Saat ini, dia menerangkan PT Indonesia Gadai Oke telah memiliki 10 kantor cabang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×