kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ingat, Jiwasraya terlalu besar untuk gagal (too big to fail)


Selasa, 17 Desember 2019 / 23:12 WIB
ILUSTRASI. Tampilan gedung kantor pusat Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Selasa (15/1). Untuk mengatasi masalah likuiditas di Jiwasraya, pemerintah akan mengundang BUMN dan investor asing masuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

Hanya perlu diingat, bahwa kasus ini bukan sekadar ada atau tidaknya fraud dalam pengeloaan asuransi Jiwasraya. Dalam masalah ini ada masalah yang juga penting diperhatikan. Yakni: nasib pemegang polis Jiwasraya. Jumlah pemegang polis untuk produk asuransi Jiwasraya bermasalah yakni JS Saving Plan:  17.401 . Nilainya juga jumbo yakni: Rp 15,75 triliun.

 Upaya mereka mendapat pengembalian dana yang masuk Jiwasraya nampaknya sulit. Cerita Lee Kang Hyun, bos Samsung ini bisa menggambarkan. Lee kepada kontan.co.id bercerita bahwa upaya meminta dana mereka kembali sudah sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Tapi kenyataannya, apa?” ujar Lee masygul (16/12). Lee tak sendiri, total ada 474 polis yang juga dimiliki orang Korea bernasib sama.

Upaya mendapat dana tak berhenti. Selasa 17 Desember, secara bertahap, pemegang polis asuransi Jiwasraya mendatang kantor Menteri BUMN Erick Thohir. Mereka berharap pemerintah memberikan jawaban atas nasib dana mereka, mengingat ini adalah perusahaan negara. “Saya beli asuransi dari Jiwasraya, BUMN, masa dak ada kejelasan,” tandas Tomy kesal (17/12)

Setelah sekian lama dipendam, borok-borok dalam Jiwasraya terbuka sendiri bak kotak pandora. Jika merujuk pemberitaan Kontan, sejak tahun 2008, Kontan terus berupa mengingatkan masalah ini kelak bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kelak.  

Berikutnya: Jalan berliku sehatkan Jiwasraya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×