kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Ini Perkembangan Restrukturisasi Kredit Perbankan, yang Jadi NPL di Bawah 5%


Kamis, 16 Desember 2021 / 18:52 WIB
ILUSTRASI. Menara BNI Pejompongan, Jakarta Pusat.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

BNI telah mengalokasikan pencadangan khusus untuk kredit restrukturisasi Covid-19 sebesar 11%. Itu meningkat dari 5% pada Desember 2020. "Menurut kami cukup untuk memitigasi potensi risiko ke depan," ujar David.

Senada, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga mencatat rasio kegagalan dari debitur restrukturisasi Covid-19 cukup kecil. Hingga November 2021, jumlah  kredit yang direstrukturisasi Covid-19 pada bank ini mencapai 43 triliun atau turun 25% jika dibandingkan akhir tahun 2020. 

"Untuk kredit restrukturisasi Covid-19 yang bergeser menjadi NPL sampai November 2021 masih cukup rendah karena profil debitur yang masuk kategori high risk relatif kecil hanya 3.8%. Sisanya masuk kategori low risk," kata Direktur Wholesale Risk and Asset Management BTN Elisabeth Novie Riswanti.

Novie mengatakan, pihaknya secara berkesinambungan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap debitur-debitur yang dilakukan restrukturisasi Covid-19. Perseroan juga sudah melakukan pencadangan terhadap debitur yang direstrukturisasi sesuai dengan profil risikonya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×