kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Jakarta duduki peringkat teratas penyumbang kredit macet


Senin, 17 Januari 2011 / 16:06 WIB


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Wilayah DKI Jakarta tercatat paling besar menyumbang angka kredit macet atau non performing loan (NPL). Mengutip data Bank Indonesia (BI) per November 2010 kredit macet sektor perindustrian memiliki porsi paling besar yaitu Rp 6,6 triliun. Disusul oleh sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar Rp 4,2 triliun.

Posisi kedua ditempati oleh kawasan Jawa Timur dengan nominal kredit macet Rp 1,8 triliun untuk sektor perdagangan, restoran dan hotel. Adapun untuk sektor industri relatif lebih kecil Rp 1,5 triliun.

Di urutan ketiga ada wilayah Jawa Barat, dengan kredit macet untuk sektor perdagangan, restoran dan hotel mencapai Rp 1,6 triliun dan industri Rp 1 triliun.

"Namun, ada beberapa wilayah indonesia yang NPLnya di bawah Rp 100 miliar," kata Difi Ahmad Johansyah, dari data BI, Senin (17/1).

Wilayah tersebut di antaranya Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Maluku Utara dan Irian Jaya Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×