kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kian Menarik Minat Investor, Volume Perdagangan Saham BRIS Naik Signifikan


Selasa, 13 Februari 2024 / 10:53 WIB
Kian Menarik Minat Investor, Volume Perdagangan Saham BRIS Naik Signifikan
ILUSTRASI. Rekening Dana Nasabah: Staf membuka layanan Rekening Dana Nasabah (RDN) Online Bank Syariah Indonesia (BSI) usai peluncuran di Jakarta, Selasa (16/01/2024). Kian Menarik Minat Investor, Volume Perdagangan Saham BRIS Naik Signifikan.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Keberhasilan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI dalam menjaga kinerja fundamental yang apik semakin menarik minat investor untuk berinvestasi terhadap saham emiten bersandi BRIS tersebut.

Hal itu mendorong kenaikan rerata volume perdagangan BRIS di lantai bursa.

Group Head Investor Relations BSI Rizky Budinanda mengatakan, dari data transaksi terlihat peningkatan volume perdagangan saham BRIS yang signifikan antara tahun 2023 ke 2024. Pada 2023 rata-rata volume transaksi saham BRIS sebesar 31,49 juta lembar dengan nominal Rp 51 miliar.

‘’Tahun 2024 ini (rata-rata) volume transaksi saham BRIS naik ke 56,29 juta lembar dengan nilai transaksi rata-rata Rp115,93 miliar,’’ ujarnya dalam siaran pers, Selasa (13/2). 

Baca Juga: Siap Spin Off, Laba BTN Syariah Melonjak 110,5% dan Aset Tembus Rp 54 Triliun

Bahkan harga saham bank yang kehadirannya menjadi lokomotif ekonomi syariah nasional sejak Februari 2021 itu menyentuh harga tertinggi baru pada perdagangan Senin (12/2) di level Rp 2.370.

Nominal tersebut naik 0,42% dari penutupan perdagangan bursa saham pada hari sebelumnya di level Rp2.360. 

 

Adapun sepanjang sesi perdagangan Senin (12/2), saham BRIS diperdagangkan pada rentang Rp 2.330-Rp 2.400 per lembar saham.

Pada level harga tersebut, data RTI Business menunjukkan investor asing melakukan net buy Rp 18,16 miliar. Karena hal tersebut kapitalisasi pasar atau market cap BRIS naik lagi menjadi Rp 109,33 triliun. 

“Naiknya volume perdagangan tersebut mengindikasikan minat investor yang terus meningkat yang mulai terlihat sejak akhir 2023. Investor yang membidik saham BRIS tergolong investor long term dengan komposisi investor institusi saat ini mencapai 76%,” lanjut Rizky. 

Baca Juga: Due Diligence dengan Muamalat Tengah Dilakukan, 4 Hal Ini Jadi Perhatian BTN

Dengan pencapaian ini, BSI menjadi salah satu emiten yang mengalami pertumbuhan saham tertinggi selama satu bulan terakhir termasuk di indeks LQ45. Data RTI menunjukkan selama satu bulan saham BRIS naik 20,30%, sementara secara year to date (YTD) naik 36,21%. 

Adapun BSI menerbitkan laporan keuangan pada 1 Februari 2023 dengan capaian kinerja fundamental yang sangat positif. Hal ini diakui Rizky berdampak pada meningkatnya kepercayaan investor. 

BRIS mencatatkan laba bersih Rp 5,7 triliun sepanjang 2023 atau tumbuh hingga 33,8% dibandingkan dengan pencapaian 2022. Total aset BSI mencapai Rp353,62 triliun  atau naik 15,67% secara tahunan/year on year (YOY). 

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp293,78 triliun, bertumbuh 12,35% YOY. Sementara itu jumlah pembiayaan sebesar Rp240,32 triliun bertumbuh 15,7% YOY.

Kenaikan saham BRIS tersebut sejalan dengan konsensus mayoritas analis pasar modal. Di mana saham bank-bank besar di Tanah Air diperkirakan akan memiliki prospek positif pada 2024, kendati perekonomian dihadapkan pada ketidakpastian.

Baca Juga: BSI Multipurpose Financing Reaches IDR 51.34 Trillion as of December 2023

Dikutip dari Bloomberg, empat saham bank yang merupakan the Big Four memecahkan rekor harga tertinggi hampir sepanjang masa pada perdagangan Senin (12/2/2024).

Tiga dari empat bank tersebut merupakan bank BUMN, sekaligus induk dari BSI yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan juga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), BMRI mencetak harga penutupan tertinggi pada level Rp7.100 per lembar saham atau naik 2,16%.

BBRI pada sesi perdagangan tersebut ditutup menguat 2,99% ke level Rp6.025 per lembar saham dan menjadi all time high. BBNI ditutup di level harga Rp5.950/ per lembar saham, tertinggi sejak 9 September 1997.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×