kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kinerja Bank Mandiri akan gonjang ganjing kalau kurs rupiah tembus Rp 37.000


Rabu, 27 November 2019 / 04:58 WIB
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di Bank Mandiri Bintaro Tangerang Selatan. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/04/2019.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (KOMPAS100, BMRI) menyatakan telah memiliki rencana pemulihan (recovery plan) jika memang dihadapkan pada kondisi krisis keuangan seperti yang terjadi pada 1998-1999 lalu.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan, sebagai langkah awal recovery plan, perseroan telah melakukan stress test. Hasilnya, Bank Mandiri baru akan bermasalah jika nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencapai Rp 37.000.

Baca Juga: Himbara investasi ke Muamalat? Ini kata Bank Mandiri

"Jadi satu, untuk bayangannya kalau Mandiri akan bermasalah kalau kurs sampai jadi Rp 37.000. Itu simulasi," ujar Sulaiman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Namun demikian, Sulaiman mengatakan hal tersebut merupakan skenario terburuk yang tidak diharapkan terjadi.

Adapun, Sulaiman tidak membeberkan lebih lanjut mengenai langkah bank untuk mengantisipasi krisis. "InsyaAllah mohon doa restu bapak ibu sekalian itu mudah-mudahan tidak terjadi, tapi itulah yang ingin disampaikan kita punya recovery," ujar dia.

Baca Juga: Bank BCA pasang target kredit konservatif tahun 2020, ini pertimbangannya

Dua tahun belakangan ekonomi dunia tengah dihadapkan pada kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Bahkan beberapa negara telah dihadapkan pada resesi. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) menyebutkan, pertumbuhan ekonomi global ada berada dikisaran 3% di tahun 2019, paling lambat sejak krisis keuangan global di tahun 2008-2009.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×