Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
Pengamat Asuransi Syariah sekaligus anggota Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) Wahyudin Rahman menilai penyelesaian spin-off UUS menjadi prioritas dalam proses konsolidasi asuransi syariah BUMN.
Menurut dia, pengalihan portofolio perlu dipercepat untuk memenuhi tenggat waktu spin-off UUS yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Pengamat Asuransi Syariah sekaligus anggota KUPASI Wahju Rohmanti juga menilai perusahaan asuransi syariah BUMN perlu memenuhi ketentuan spin-off terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap konsolidasi di bawah Danantara.
"Proses pengalihan portofolio syariah saat ini memang lebih prioritas," ujar Wahyudin kepada Kontan, Minggu (4/10/2026).
Baca Juga: Ciputra Life Catat Klaim Corporate Solution Meningkat,Penyakit Non-Kritis Mendominasi
Meski demikian, Wahju memperkirakan konsolidasi dapat berlangsung lebih cepat apabila proses spin-off segera diselesaikan. Sementara Wahyudin menyebut proses pengalihan portofolio ke Jasindo Syariah tengah dipercepat dalam kerangka streamlining Danantara.
Pengalihan tersebut, menurut dia, tidak hanya mencakup UUS Tugu Insurance dan Asuransi Asei, tetapi juga UUS BRI Insurance.
Dengan demikian, konsolidasi asuransi syariah dalam ekosistem Danantara tidak serta-merta berbentuk merger antarperusahaan. Tahap yang berjalan saat ini lebih berupa pemisahan UUS dan pengalihan portofolio kepesertaan kepada perusahaan yang memiliki izin usaha asuransi syariah.
Setelah proses tersebut selesai, bisnis asuransi syariah di lingkungan Danantara berpeluang memiliki basis pasar yang lebih luas. Sumber pertumbuhan dapat berasal dari perbankan syariah, lembaga keuangan syariah, hingga program pemerintah seperti KUR Syariah.
Baca Juga: AAJI Dorong Industri Asuransi Jiwa Manfaatkan AI dalam Jalankan Proses Bisnis
Pada tahap awal, pasar perusahaan asuransi syariah dalam ekosistem Danantara diperkirakan masih banyak bertumpu pada captive market dari perusahaan-perusahaan di dalam ekosistem tersebut.
Namun, perusahaan tetap memiliki ruang untuk memperluas pasar secara mandiri seiring dengan penguatan bisnis dan efisiensi pascakonsolidasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














