kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Konsolidasi ATM, Himbara ajukan izin ke BI


Kamis, 23 Juni 2016 / 14:48 WIB


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rencana membangun perusahaan swiching milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus berlanjut. Saat ini, Himbara sedang mengajukan izin membuat perusahaan baru ke Bank Indonesia (BI).

Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Asmawi Syam mengatakan, demi membangun perusahaan swiching sendiri, pihaknya kini tengah melakukan proses perizinan.
“Memang kalau beli perusahaan lebih mudah. Kalau kita bangun yang baru, prosesnya lebih panjang, tapi kita berupaya untuk menyelesaikannya tahun ini,” ujarnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, keberadaan perusahaan switching merupakan langkah perbankan untuk melakukan efisiensi. Menurutnya, dengan melakukan konsolidasi ATM bisa melakukan efisiensi Rp 3 triliun pertahu. “Kami sebentar lagi akan dapat izin dari BI dan akan kita akan realisasikan secepatnya,” ujarnya, Kamis (23/6).

Sementara, Deputi Bidang Jasa BUMN Gatot Trihargo mengatakan, dalam memuluskan rencananya tahun ini BUMN akan fokus untuk membuat konsolidasi ATM dahulu. Lalu, BUMN juga akan membuat back office yang akan menangani sistem informasinya. “Perusahaan ini nanti ada di holding yang di dalamnya terdapat perusahaan swiching. Sekarang blue print sedang digarap oleh kami, jadi masih perlu proses,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×