kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kredit bank BUMN naik paling tinggi


Jumat, 07 April 2017 / 10:25 WIB
Kredit bank BUMN naik paling tinggi


Reporter: Galvan Yudistira, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Di sepanjang kuartal I tahun ini, rapor kinerja bank besar tak jauh berbeda dengan hasil akhir tahun lalu. Gambaran sementara yang terlihat, bank kelas kakap yang masuk kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV menorehkan kinerja positif, sementara bank kelas menengah masih tertatih.

Mengacu riset Mandiri Sekuritas, tujuh dari sembilan bank penguasa pasar perbankan mampu mencetak pertumbuhan kredit, paling tinggi bank-bank milik pemerintah. Bank dengan kenaikan kredit tertinggi yakni Bank Negara Indonesia (BNI).

Kredit bank berlogo 46 ini tumbuh 22,8% menjadi Rp 371,15 triliun per Februari 2017 secara tahunan (year on year/yoy). Hanya Bank Permata dan Bank Danamon yang menderita penyusutan kredit (lihat tabel).

Dari sisi simpanan, Bank Danamon, Bank Panin, CIMB Niaga dan Bank Permata masih kesulitan membukukan kenaikan likuiditas. Yang menarik, di saat kredit dan likuiditas masih seret, bank menengah justru membukukan lonjakan laba. Contoh, laba CIMB Niaga melompat 483% menjadi Rp 392 miliar.

Direktur Utama Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja menyatakan, BCA mencatat kenaikan kredit secara moderat atau tumbuh 7% di akhir Maret 2017. "Kuartal I lumayan. Masih negatif, tapi berangsur baik," kata Jahja, Kamis (6/4).

Jahja bilang, pertumbuhan kredit tertolong kredit infrastruktur. Andai kredit infrastruktur deras, BCA optimistis kredit naik 8%-10% di 2017.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI bilang, laba BNI susut 2% di Februari karena beban pencadangan mencapai Rp 1,38 triliun, naik 36%. Tapi, BNI percaya diri kredit bakal terus tumbuh. Herry mengatakan, permintaan kredit di sektor pertanian, jasa, perdagangan, restoran dan hotel menjadi motor pertumbuhan kredit.

Kinerja Bank Besar per Februari 2017 (dalam Rp miliar)

Keterangan

BMRI

BBRI

BBNI

BBTN

BBCA

BDMN

PNBN

BNLI

 

Laba Bersih

2.467

4.127

1.668

358

3.143

624

370

214

 

Pertumbuhan yoy (%)

-4

5

-2

20

8

119

18

n/a

 

Total Kredit

568.063

639.931

371.159

166.080

403.458

93.421

120.325

100.564

 

Pertumbuhan yoy (%)

11,6

16,7

22,8

18,6

6,9

-7,6

5,4

-18,7

 

Total Simpanan

648.491

693.613

408.017

156.569

533.866

99.376

138.428

132.182

 

Pertumbuhan yoy (%)

12,2

9,5

18

22,1

12,3

-11,0

14,2

-6,3

 

Sumber: Riset PT Mandiri Sekuritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×