kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.713   -78,00   -0,46%
  • IDX 8.321   -659,01   -7,34%
  • KOMPAS100 1.150   -89,31   -7,20%
  • LQ45 817   -59,35   -6,77%
  • ISSI 304   -26,91   -8,14%
  • IDX30 420   -24,08   -5,42%
  • IDXHIDIV20 495   -23,91   -4,60%
  • IDX80 127   -10,17   -7,39%
  • IDXV30 138   -6,33   -4,40%
  • IDXQ30 135   -7,39   -5,18%

Likuiditas Longgar, OK Bank Proyeksi DPK Tumbuh 10% di Tahun 2026


Rabu, 28 Januari 2026 / 10:35 WIB
Likuiditas Longgar, OK Bank Proyeksi DPK Tumbuh 10% di Tahun 2026
ILUSTRASI. OK Bank mencatat DPK melonjak 19% di 2025


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 19% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada akhir 2025. Sementara itu, penyaluran kredit OK Bank pada periode yang sama tumbuh 15% yoy.

Direktur OK Bank Efdinal Alamsyah mengatakan, kondisi likuiditas perbankan saat ini relatif longgar dan membuka ruang bagi bank untuk menyalurkan kredit lebih lanjut. Namun demikian, penyaluran kredit tetap sangat bergantung pada kualitas permintaan serta profil risiko calon debitur.

“Likuiditas yang longgar memang membuka ruang, tetapi penyaluran kredit tetap sangat bergantung pada kualitas permintaan kredit dan profil risiko debitur,” ujar Efdinal, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cabut Izin Usaha BPR Prima Master Bank

Ia menambahkan, apabila permintaan kredit masih relatif lemah, likuiditas perlu dikelola secara disiplin agar tetap produktif dan tidak membebani profitabilitas bank. Salah satunya dengan tidak mengejar pertumbuhan DPK semata dari sisi volume.

Menurut Efdinal, OK Bank akan lebih fokus menghimpun dana yang stabil dan berbiaya efisien, khususnya dana murah atau current account saving account (CASA).

Selain itu, bank juga akan menjaga penetapan harga deposito secara ketat agar tidak menekan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM).

“Likuiditas harus dijaga pada level yang optimal, tidak berlebihan. Pertumbuhan DPK juga disesuaikan dengan pipeline kredit yang ada,” jelasnya.

 

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, OK Bank memproyeksikan pertumbuhan DPK pada tahun ini sebesar 10% secara tahunan, sementara kredit di kisaran 9,5% YoY. 

Selanjutnya: IHSG Tertekan Usai MSCI Bekukan Perubahan Indeks, BEI Berkoordinasi dengan OJK

Menarik Dibaca: Darurat Virus Nipah di India, Waspadai Gejala & Bahaya Kematian yang Mengintai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×