Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit korporasi masih menjadi motor penggerak pertumbuhan kredit perbankan. Namun, pertumbuhannya mulai melambat di tengah tekanan likuiditas dan permintaan kredit swasta yang belum merata.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit perbankan tumbuh 12,7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 9.078,2 triliun per September 2026. Kredit korporasi tumbuh 20,3% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan Agustus yang mencapai 21,6% yoy.
PT Bank Mandiri Tbk mencatat kredit korporasi mencapai Rp 700 triliun, tumbuh 22% yoy pada kuartal III 2026.
Baca Juga: Reksadana USD Jadi Alternatif Diversifikasi, Batavia AM Sarankan Masuk Bertahap
Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama mengatakan, bank senantiasa menghubungkan kebutuhan pembiayaan perusahaan dengan pelaku usaha dan nasabah individu yang berada dalam ekosistem bisnisnya.
"Sejalan dengan itu, kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen small and medium enterprise (SME), mikro, dan konsumer mencapai Rp 174 triliun per September 2026. Nilai tersebut tumbuh 9% yoy," ujar Timothy dalam Paparan Kinerja Kuartal III Bank Mandiri, Jumat (23/10/2026).
Outstanding kredit korporasi Bank Mandiri di sektor konstruksi noninfrastruktur meningkat Rp 49,6 triliun secara tahunan. Sektor ini mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 999% yoy.
Selain konstruksi noninfrastruktur, sektor energi dan air mencatat kenaikan outstanding kredit Rp 22,6 triliun atau tumbuh 39,3% yoy. Kredit ke sektor properti dan investasi juga bertambah Rp 10 triliun, dengan pertumbuhan 65,7% yoy.
Di tengah ekspansi kredit tersebut, kualitas kredit korporasi Bank Mandiri tetap terjaga. Secara bank only per September 2026, NPL gross segmen korporasi tercatat sebesar 0,25%, turun dari 0,31% pada September 2025.
Baca Juga: FWD Insurance &OCBC Hadirkan Produk Asuransi Jiwa Tradisional Dwiguna Prosperity Plan
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan dalam penyaluran pembiayaan ke berbagai sektor, termasuk segmen korporasi. Total kredit BCA secara bank only tumbuh 10,5% yoy per Agustus 2026, atau sebesar Rp 1.017 triliun.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan komitmen BCA dalam menyalurkan pembiayaan terhadap berbagai sektor.
"Kami senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit agar pertumbuhan yang dicapai dapat berlangsung sehat dan berkelanjutan," ujar John dalam keterangan resmi, Rabu (15/10/2026).
Mengutip presentasi perusahaan, outstanding kredit korporasi BCA mencapai Rp 513,4 triliun hingga semester I 2026, tumbuh 13,6% yoy.
Kredit korporasi menjadi segmen dengan porsi terbesar dalam penyaluran kredit BCA. Nilainya mencapai sekitar 49,6% dari total outstanding kredit perusahaan yang sebesar Rp 1.035,6 triliun per Juni 2026.
Berdasarkan sektor, manufaktur menjadi kontributor terbesar kredit korporasi BCA dengan porsi 27% dari total kredit korporasi. Berikutnya, sektor jasa bisnis berkontribusi 22%, transportasi 13%, serta perdagangan 9%.
Baca Juga: Saham SUPA Bergejolak, Superbank Sebut Belum Ada Rencana Aksi Korporasi
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, pertumbuhan kredit korporasi masih ditopang proyek pemerintah, BUMN, dan Danantara. Hingga akhir tahun, sektor infrastruktur, hilirisasi, pertambangan, energi, konstruksi, dan data center diperkirakan masih menjadi penopang.
“Pertumbuhan yang tinggi ini belum sepenuhnya menunjukkan bahwa permintaan kredit swasta sudah pulih secara merata,” ujar Yusuf kepada Kontan, Senin (26/10/2026).
Yusuf memperkirakan kredit korporasi masih tumbuh tinggi pada kuartal IV 2026, meski cenderung melandai. Perbankan juga perlu mencermati risiko konsentrasi kredit dan menjaga kualitas aset di tengah ekspansi pembiayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














