kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Kredit Modal Kerja Perbankan Melaju 11,6%, Sektor Produktif Jadi Penopang


Senin, 31 Agustus 2026 / 19:08 WIB
Kredit Modal Kerja Perbankan Melaju 11,6%, Sektor Produktif Jadi Penopang
ILUSTRASI. Belanja ritel busana (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aura Putri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit modal kerja (KMK) perbankan mulai menunjukkan akselerasi pada Juli 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), KMK tumbuh 11,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3.833,8 triliun.

Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 9,6% yoy, atau mencapai Rp 3.806,8 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendi Manilet menilai kondisi KMK perbankan mulai berbeda dibandingkan penghujung 2025. Setelah sempat tertahan, pertumbuhan KMK kini mulai pulih dan menunjukkan akselerasi.

Baca Juga: Ajaib Akan Gunakan Pendanaan US$ 270 Juta untuk Pengembangan Produk & SDM

“Pertumbuhannya bukan lagi tertahan, tetapi mulai pulih dan bahkan menunjukkan akselerasi,” ujar Yusuf kepada Kontan, Senin (31/8/2026).

Yusuf mengatakan akselerasi KMK terutama berasal dari sektor produktif seperti listrik, gas dan air bersih. Hal ini sejalan dengan data BI, yang mana sektor ini mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 131,8% yoy.

Adapun sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR) tumbuh lebih terbatas sebesar 3,2% yoy menjadi sekitar Rp 1.086,4 triliun pada Juli 2026. Yusuf menilai pemulihan KMK di sektor PHR sudah mulai terlihat, tetapi masih berjalan bertahap. Kinerjanya akan bergantung pada daya beli masyarakat, perputaran ritel, tingkat hunian hotel dan konsumsi jasa.

“Sampai akhir tahun, saya memperkirakan pertumbuhan KMK di klaster perdagangan, hotel dan restoran masih berada di kisaran 4 sampai 6 persen. Ini lebih mencerminkan pemulihan yang gradual daripada lonjakan,” jelas Yusuf.

Sejalan dengan itu, penyaluran KMK PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga catat pertumbuhan. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, penyaluran KMK BCA hingga Juni 2026 tumbuh 6% secara tahunan (yoy).

“Per Juni 2026, penyaluran kredit modal kerja BCA tumbuh 6% YoY,” ujar Hera kepada Kontan, Senin (31/8/2026).

Hera mengatakan tren penyaluran kredit pada umumnya sejalan dengan kondisi perekonomian. Dengan dukungan likuiditas yang memadai, BCA optimistis pertumbuhan kredit tetap berlanjut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko.

“Kami berharap pertumbuhan kredit di 2026, termasuk kredit modal kerja, masih dalam tren positif,” katanya.

Adapun penyaluran kredit ke segmen usaha produktif juga tetap tumbuh. BCA juga mencatat kredit segmen usaha kecil dan menengah (SME) sebesar Rp 134,6 triliun per Juni 2026.

Baca Juga: Pembiayaan Pinjaman Daring Masih Banyak Dimanfaatkan untuk Kebutuhan Konsumtif

Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pembiayaan SME sebesar Rp 26,89 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 19,98% yoy. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, pembiayaan produktif pada segmen SME menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk meningkatkan kontribusi terhadap sektor riil.

“Pembiayaan produktif di segmen SME juga menjadi salah satu fokus utama BSI dalam meningkatkan kontribusi terhadap sektor riil,” ujar Wisnu kepada Kontan, Senin (31/8/2026).

BSI optimistis pembiayaan SME akan tumbuh solid seiring dengan sinyal positif peningkatan daya beli masyarakat, stimulus insentif dan kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×