Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski agak melambat, penyaluran kredit ke sektor properti masih berhasil mencatatkan pertumbuhan positif di level double digit jelang penghujung kuartal II-2026 ini, sejalan dengan kinerja positif kredit secara industri.
Menurut catatan Bank Indonesia (BI), kredit perbankan berhasil melaju dengan catatan pertumbuhan 11,51% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2026. Hasil ini melanjutkan tren pertumbuhan 9,98% yoy pada April 2026.
Sejalan dengan itu, laporan analisis uang beredar BI yang dirilis Selasa (23/6/2026) mencatat kredit properti berhasil tumbuh 17,2% yoy menjadi Rp 1.690,8 triliun per Mei 2026. Laju pertumbuhannya agak melambat setelah berhasil naik 17,5% yoy pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan segmentasinya, kredit real estate menjadi satu-satunya yang berhasil melaju dalam periode ini dengan catatan pertumbuhan 14,5% yoy menjadi Rp 272,5 triliun. Jika dibandingkan, pada bulan sebelumnya kredit real estate tumbuh 13,9% yoy.
Baca Juga: RUU Koperasi Usul Ada LPS Koperasi, Forkopi: Ada Kesenjangan Perlindungan Simpanan
Sementara itu, kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) serta kredit konstruksi kompak tak mampu menjaga laju pertumbuhannya.
Yang mana, KPR dan KPA tumbuh 4,7% yoy menjadi Rp 847,9 triliun, sedikit lebih landai dari pertumbuhan 4,8% yoy pada bulan sebelumnya. Adapun kredit konstruksi tumbuh 44,6% yoy menjadi Rp 570,5 triliun, melambat dari pertumbuhan 46% yoy pada bulan sebelumnya.
Padahal, berdasarkan jenisnya, kredit modal kerja secara industri dalam periode ini berhasil tumbuh 7,9% yoy menjadi Rp 3.702,5 triliun, melanjutkan pertumbuhan 5,8% yoy pada bulan sebelumnya.
Pun, kredit investasi berhasil tumbuh 20,5% yoy menjadi Rp 2.673,4 triliun, melaju dari pertumbuhan 18,4% yoy pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: BTN Kaji Buyback Saham untuk Program Karyawan, Buka Opsi Revisi RBB
KPR Melambat Sejalan Kredit Konsumsi
Jika diperhatikan, landainya laju pertumbuhan KPR memang sejalan dengan tren kredit konsumsi. Yang mana, kredit konsumsi hanya tumbuh 5,8% yoy menjadi Rp 2.383,1 triliun per Mei 2026. Padahal, pada bulan sebelumnya berhasil tumbuh 6% yoy.
Tak cuman KPR, kredit multiguna juga terpantau melambat dengan catatan pertumbuhan 8,2% yoy menjadi Rp 1.404,1 triliun, dari pertumbuhan 8,5% yoy pada bulan sebelumnya.
Lebih parah, kredit kendaraan bermotor (KKB) masih saja mencatatkan koreksi sebesar 9,4% yoy menjadi Rp 131,1 triliun dalam periode ini, melanjutkan koreksi 9% yoy pada bulan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














