kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Alokasi KUR Bank BPD DIY Pada Tahun 2026 Mencapai Rp 1,2 Triliun


Kamis, 15 Januari 2026 / 15:47 WIB
Alokasi KUR Bank BPD DIY Pada Tahun 2026 Mencapai Rp 1,2 Triliun
ILUSTRASI. BPD DIY (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank BPD DIY) mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,091 triliun sepanjang 2025. Penyaluran tersebut ditopang oleh kinerja sektor perdagangan yang masih menjadi kontributor utama.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto, mengatakan mayoritas outstanding loan (OSL) KUR berasal dari sektor perdagangan, sejalan dengan karakteristik ekonomi di wilayah DIY.

“Sepanjang 2025 kami berhasil merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp 1,091 triliun, dengan mayoritas OSL masih berada di sektor perdagangan,” ujar Agus kepada Kontan, Rabu (14/1).

Baca Juga: Bank Neo Commerce (BBYB) Sudah Gunakan Seluruh Dana Hasil Rights Issue

Dari sisi kualitas pembiayaan, Agus menyampaikan kredit bermasalah (NPL) KUR Bank BPD DIY tetap terjaga. Hingga akhir 2025, NPL KUR tercatat di level 2,7% secara gross, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Memasuki 2026, Bank BPD DIY memperoleh alokasi penyaluran KUR sekitar Rp 1,2 triliun. BPD DIY optimistis seluruh kuota tersebut dapat terserap secara optimal dengan tetap menjaga kualitas kredit.

“Untuk tahun 2026 kami mendapat alokasi KUR sekitar Rp 1,2 triliun. Kami yakin seluruhnya dapat terserap dengan NPL maksimal tetap di level yang sama seperti tahun lalu,” jelasnya.

Adapun sektor yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk menopang penyaluran KUR di wilayah DIY antara lain perdagangan, akomodasi, pertanian, dan jasa. Bank akan terus fokus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor tersebut guna mendukung pertumbuhan UMKM daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×