kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Laba Fintech Lending Melesat 236,73%, AFPI Optimis Tren Positif Berlanjut pada 2025


Rabu, 26 Februari 2025 / 10:58 WIB
Laba Fintech Lending Melesat 236,73%, AFPI Optimis Tren Positif Berlanjut pada 2025
ILUSTRASI. Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar saat journalist workshop di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (22/1/2025).


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba industri fintech lending di Indonesia mengalami pertumbuhan hingga akhir Desember 2024. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) optimistis pada tahun ini industri bisa melanjutkan pertumbuhan laba.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik Djafar mengungkapkan, meskipun terdapat sejumlah tantangan ekonomi pada tahun 2025, industri ini tetap memiliki potensi pertumbuhan.

“Kami tetap optimistis di tahun 2025 akan ada peningkatan laba, walaupun secara angka tidak terlalu besar. Hal ini disebabkan oleh tantangan ekonomi yang cukup berat, terutama faktor ketidakpastian iklim ekonomi baik secara global maupun nasional,” ujar Entjik kepada Kontan, Selasa (25/2).

Baca Juga: Fintech Lending Punya Hak Menagih jika Peminjam Tak Kembalikan Pinjaman

Menurutnya, strategi utama yang perlu diterapkan oleh pelaku fintech lending saat ini adalah pendekatan konservatif dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi.

“Strategi saat ini yang dilakukan adalah tetap konservatif, menerapkan Good Corporate Governancedengan memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan terhadap regulasi (comply), dan tentunya tetap prudent,” lanjutnya.

Baca Juga: Akan Ada Asuransi Kredit untuk Fintech P2P Lending, AFPI Prediksi Bakal Sepi Peminat

Selain itu, AFPI juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar lebih banyak pengguna beralih dari layanan pinjaman online ilegal ke platform fintech lending yang berizin dan diawasi oleh OJK.

“Edukasi tetap dilakukan agar masyarakat yang selama ini menggunakan pinjaman online ilegal bisa beralih ke penyedia pinjaman resmi yang terpercaya,” tuturnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba fintech lending mencapai senilai Rp 1,65 triliun per Desember 2024. Nilai ini melesat sebesar 236,73%, jika dibandingkan posisi per Desember 2023 sebesar Rp 478,15 miliar. 

Baca Juga: Laba Fintech Lending Terus Melesat, Tembus Rp 1,65 Triliun per Desember 2024

Selanjutnya: Adira Finance Raup Pembiayan Baru Senilai Rp 36,6 Triliun pada 2024

Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Anjlok Rp 13.000 Hari Ini 26 Februari 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×