kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.989   -4,00   -0,02%
  • IDX 9.155   21,54   0,24%
  • KOMPAS100 1.262   -1,73   -0,14%
  • LQ45 891   -2,50   -0,28%
  • ISSI 335   1,14   0,34%
  • IDX30 456   0,81   0,18%
  • IDXHIDIV20 539   1,12   0,21%
  • IDX80 140   -0,30   -0,21%
  • IDXV30 149   0,73   0,49%
  • IDXQ30 146   0,28   0,20%

Laju Pertumbuhan Kredit UMKM Melambat Dekati 1% pada Agustus 2025


Selasa, 23 September 2025 / 15:37 WIB
Laju Pertumbuhan Kredit UMKM Melambat Dekati 1% pada Agustus 2025
ILUSTRASI. Pekerja memilah tas berbahan mendong untuk dikirim ke Bali di rumah produksi Pasundan Natural Carft. Laju pertumbuhan kredit UMKM kembali melambat hingga Agustus 2025. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/bar


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju pertumbuhan kredit UMKM kembali melambat hingga Agustus 2025, mendekati 1%. Tepatnya, pertumbuhan kredit ke segmen usaha kecil ini hanya mencapai 1,3% secara tahunan (YoY) di periode tersebut.

Mengutip laporan uang beredar Bank Indonesia (BI) Selasa (23/9/2025), Nilai kredit UMKM per Agustus 2025 mencapai Rp 1.494,5 triliun. Angka tersebut juga turun dari bulan sebelumnya yang senilai Rp 1.496,7 tiliun.

Secara rinci, kredit ke usaha mikro menjadi yang paling tertekan di periode Agustus 2025. Pasalnya, kredit ke segmen tersebut justru turun hingga 3,4% YoY. Pada bulan sebelumnya, penurunannya baru sekitar 2,7% YoY.

Baca Juga: Kredit UMKM Bermasalah di Bank Swasta Mencapai Rp 18,8 Triliun

Hanya saja, kredit usaha mikro tetap menjadi kontributor utama dibandingkan kredit UMKM di segmen lainnya. Dengan nilai sekitar Rp 644,7 triliun, kontribusinya mencapai 43,15%.

Hampir sama, kredit ke usaha menengah juga mengalami penurunan di periode Agustus 2025. Di mana, kredit menengah turun sekitar 0,8% YoY, semakin buruk dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya turun 0,1%.

Nah, satu-satunya yang mengalami pertumbuhan adalah kredit usaha kecil yang tumbuh 9,5% YoY menjadi Rp 520,5 triliun. Sayangnya, pertumbuhan tersebut juga melambat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 9,6% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×