kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.977   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.894   149,18   2,60%
  • KOMPAS100 767   22,72   3,05%
  • LQ45 582   16,60   2,93%
  • ISSI 204   4,77   2,39%
  • IDX30 329   8,84   2,76%
  • IDXHIDIV20 405   10,26   2,60%
  • IDX80 87   2,47   2,92%
  • IDXV30 110   2,52   2,34%
  • IDXQ30 106   2,79   2,70%

Likuiditas perekonomian mulai membaik


Selasa, 02 April 2019 / 18:53 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas mulai membaik pada Februari 2019. Dari catatan Bank Indonesia (BI) , bulan lalu pertumbuhannya mencapai 6,0% (yoy) menjadi senilai Rp 5.671,2 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari 2019 sebesar 5,5% (yoy) senilai Rp 5.646,4 triliun.

Dalam analisisnya, Bank Indonesia bilang bahwa penopang akselerasi terutama berasal dari komponen uang kuasi yang tumbuh 7,1% (yoy), dan surat berharga non-saham sebesar 16,8% (yoy) pada Februari 2019.

Sayangnya, di sisi lain uang beredar dalam arti sempit justru mengalami perlambatan dengan pertumbuhan hanya 2,6% (yoy) dibandingkan Januari 2019 yang tumbuh 3,8% (yoy).

“Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, peningkatan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas terutama disebabkan oleh perbaikan pertumbuhan aktiva luar negeri bersih serta akselerasi pertumbuhan kredit,” tulis bank sentral dalam analisisnya dikutip Selasa (2/4).

Pertumbuhan nilai aktiva luar negeri bersih pada Februari 2019 membaik menjadi -5,1% (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya sebesar -9,4%. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan tagihan kepada bukan penduduk, khususnya peningkatan giro pada bank koresponden.

Kenaikan tersebut juga sejalan dengan posisi cadangan devisa pada Februari 2019 seiring penerbitan sukuk global dan penerimaan devisa migas.

Kredit perbankan juga ikut terkerek tipis pada Februari 2019 dengan pertumbuhan 12% (yoy) senilai Rp 5.254,7 triliun. Sementara bulan sebelumnya pertumbuhan mencapai Rp 11,9% (yoy) senilai Rp 5.216,4 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×