kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Lini Harta Benda Masih Jadi Andalan, Premi Tembus Rp 10,96 Triliun per April 2026


Jumat, 26 Juni 2026 / 15:13 WIB
Lini Harta Benda Masih Jadi Andalan, Premi Tembus Rp 10,96 Triliun per April 2026
ILUSTRASI. Premi asuransi harta benda tembus Rp 10,96 triliun per April 2026. Prospeknya cerah berkat pembangunan infrastruktur. Cari tahu peluang besar yang menanti Anda! (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini usaha asuransi harta benda (property) masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri asuransi umum dan reasuransi per April 2026. 

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, berdasarkan data per April 2026, premi lini usaha harta benda pada industri asuransi umum gabungan tercatat sebesar Rp 10,96 triliun dengan nilai klaim mencapai Rp 4,28 triliun.

“Lini usaha harta benda masih menjadi salah satu kontributor utama industri asuransi dan reasuransi,” ujar Ogi dalam lembar jawaban tertulis OJK, Selasa (23/6/2026).

Sementara itu, pada industri reasuransi gabungan, pendapatan premi lini usaha harta benda mencapai sebesar Rp 4,51 triliun dengan klaim yang mencapai sebesar Rp 1,30 triliun.

Baca Juga: BRI Gandeng Visa, Luncurkan Kartu Kredit Infinite Prioritas dengan Benefit Eksklusif

"Prospek lini usaha ini masih cukup positif seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur," tuturnya.

Seiring dengan pembangunan berbagai proyek infrastruktur dan ekspansi sektor properti, kebutuhan akan perlindungan terhadap aset diperkirakan akan terus meningkat. Kondisi tersebut membuka ruang pertumbuhan bagi lini usaha harta benda untuk memperluas penetrasi pasar.

Di sisi lain, OJK menilai industri asuransi masih mampu menjaga ketahanan bisnis di tengah berbagai tantangan ekonomi, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah. 

Menurut Ogi, perusahaan asuransi telah menerapkan manajemen risiko yang memadai, pengaturan retensi yang prudent, serta didukung program reasuransi yang sesuai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×