kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

LKD jadi andalan BI dorong financial inclusion


Rabu, 30 November 2016 / 15:40 WIB
LKD jadi andalan BI dorong financial inclusion

Berita Terkait

Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Rizki Caturini

NUSA DUA. Bank Indonesia (BI) terus mendorong program keterbukaan akses layanan perbankan (financial inclusion) melalui Layanan Keuangan Digital (LKD). Ronald Waas, Deputi Gubernur BI mengatakan, peluang untuk membuka akses layanan perbankan untuk masyarakat masih luas. Pasalnya, baru sekitar 36% penduduk dewasa di Indonesia terkoneksi dengan perbankan.

"Kami menargetkan di tahun 2019 sebanyak 75% penduduk dewasa di Indonesia memperoleh akses bank," kata Ronald, usai acara Global Conference Maximizinh The Power of Financial Access, Rabu (30/11). Untuk mencapai target tersebut, harapannya semakin banyak jumlah agen bank yang dapat memberikan akses perbankan melalui LKD.


BI mencatat saat ini total agen LKD mencapai 114.000 per November 2016. Jumlah tersebut masih kurang untuk menjaring masyarakat memperoleh akses bank. Untuk itu, BI juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada program Laku Pandai.

BI juga tengah melakukan kajian kebutuhan agen LKD dalam menjangkau keterbukaan akses perbankan. Langkah konkret BI dalam mendorong financial inclusion adalah melakukan pelonggaran pada Surat Edaran (SE) Nomor 18/21/DKSP. Isinya pelonggaran keran bisnis LKD bagi bank BUKU III dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada kelompok bank BUKU I dan bank BUKU II. Sebelumnya bisnis LKD hanya untuk bank BUKU IV.

Bob T. Ananta, Direktur Operasional dan IT PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengatakan, pihaknya akan menambah jumlah agen perbankan untuk memperluas akses bank, karena lebih efektif dan efisien. Misalnya, bank berpelat merah ini akan menambah sekitar 60.000 agen untuk tahun 2017, dari jumlah kepemilikan 2.500 agen per November 2016.

 




TERBARU

Close [X]
×