kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Manulife Syariah Cacat Aset Kelolaan Syariah Rp 1,7 Triliun pada 2025


Jumat, 30 Januari 2026 / 20:40 WIB
Manulife Syariah Cacat Aset Kelolaan Syariah Rp 1,7 Triliun pada 2025
ILUSTRASI. Manulife Syariah catat aset Rp 1,7 triliun di 2025. Di tengah tantangan, perusahaan justru optimis. Cari tahu strategi mereka ke depan! (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah) menorehkan kinerja positif sepanjang tahun 2025.

Hingga Desember 2025, total aset kelolaan syariah di Manulife Syariah tercatat mencapai Rp 1,7 triliun.

Sementara itu, dari data unaudited perusahaan per Desember 2025, risk based capital (RBC) Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud Manulife Syariah mencapai angka 794%, lebih tinggi dari batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hanya 120%.

Kendati dihadapkan pada tantangan industri pada tahun lalu, Presiden Direktur Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan justru memandang ini sebagai kondisi yang bersifat sementara dan tidak akan memengaruhi fundamental industri asuransi syariah dalam jangka panjang.

“Kami melihat bahwa penurunan tersebut bersifat sementara dan tidak mengurangi fundamental jangka panjang industri asuransi syariah di Indonesia,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (29/1/26).

Baca Juga: Manulife investment Management Melihat Prospek Global yang Lebih Jelas di 2026

Optimisme ini terlihat dari proyeksi Manulife Syariah yang melihat peluang pertumbuhan kinerja seiring meningkatnya literasi keuangan dan kebutuhan masyarakat akan asuransi dengan prinsip syariah.

Oleh karena itu, Fauzi mengatakan pada tahun 2026 Manulife Syariah akan membidik pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sesuai prinsip kehati-hatian dan kepatuhan pada regulasi berbasis syariah.

“Manulife Syariah Indonesia menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat dengan fokus melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia,” katanya.

Guna mencapai target tersebut, Manulife Syariah telah menyiapkan sejumlah strategi.

Baca Juga: Manulife Syariah Bukukan Pendapatan Underwriting Rp 534 Miliar hingga Oktober 2025

Pertama, penguatan produk dan inovasi dengan menghadirkan solusi perlindungan kesehatan, jiwa, hingga perencanaan pendidikan berbasis syariah.

Kedua, optimalisasi jalur distribusi melalui agen dan bancassurance, termasuk memperluas jumlah agen berlisensi syariah.

Ketiga, transformasi digital melalui pengembangan platform Manulife ID, pemanfaatan AI Assistant untuk mendukung agen, dan pelatihan tenaga pemasar melalui ManuAcademy.

Keempat, aktif mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Tak hanya fokus pada bisnis, perusahaan juga mengintegrasikan aspek sosial dan keberlanjutan melalui misi “Berbagi, Bertumbuh, Berdampak”, seperti dukungan pada program agribisnis di pesantren dan wakaf air yang melibatkan karyawan dan pemegang polis.

Selanjutnya: Linktown Berhasil Jual 1.800 Unit Properti Sepanjang 2025

Menarik Dibaca: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×