Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah) menorehkan kinerja positif sepanjang tahun 2025.
Hingga Desember 2025, total aset kelolaan syariah di Manulife Syariah tercatat mencapai Rp 1,7 triliun.
Sementara itu, dari data unaudited perusahaan per Desember 2025, risk based capital (RBC) Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud Manulife Syariah mencapai angka 794%, lebih tinggi dari batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hanya 120%.
Kendati dihadapkan pada tantangan industri pada tahun lalu, Presiden Direktur Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan justru memandang ini sebagai kondisi yang bersifat sementara dan tidak akan memengaruhi fundamental industri asuransi syariah dalam jangka panjang.
“Kami melihat bahwa penurunan tersebut bersifat sementara dan tidak mengurangi fundamental jangka panjang industri asuransi syariah di Indonesia,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (29/1/26).
Baca Juga: Manulife investment Management Melihat Prospek Global yang Lebih Jelas di 2026
Optimisme ini terlihat dari proyeksi Manulife Syariah yang melihat peluang pertumbuhan kinerja seiring meningkatnya literasi keuangan dan kebutuhan masyarakat akan asuransi dengan prinsip syariah.
Oleh karena itu, Fauzi mengatakan pada tahun 2026 Manulife Syariah akan membidik pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sesuai prinsip kehati-hatian dan kepatuhan pada regulasi berbasis syariah.
“Manulife Syariah Indonesia menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat dengan fokus melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia,” katanya.
Guna mencapai target tersebut, Manulife Syariah telah menyiapkan sejumlah strategi.
Baca Juga: Manulife Syariah Bukukan Pendapatan Underwriting Rp 534 Miliar hingga Oktober 2025
Pertama, penguatan produk dan inovasi dengan menghadirkan solusi perlindungan kesehatan, jiwa, hingga perencanaan pendidikan berbasis syariah.
Kedua, optimalisasi jalur distribusi melalui agen dan bancassurance, termasuk memperluas jumlah agen berlisensi syariah.
Ketiga, transformasi digital melalui pengembangan platform Manulife ID, pemanfaatan AI Assistant untuk mendukung agen, dan pelatihan tenaga pemasar melalui ManuAcademy.
Keempat, aktif mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Tak hanya fokus pada bisnis, perusahaan juga mengintegrasikan aspek sosial dan keberlanjutan melalui misi “Berbagi, Bertumbuh, Berdampak”, seperti dukungan pada program agribisnis di pesantren dan wakaf air yang melibatkan karyawan dan pemegang polis.
Selanjutnya: Linktown Berhasil Jual 1.800 Unit Properti Sepanjang 2025
Menarik Dibaca: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- OJK
- asuransi syariah
- Literasi Keuangan Syariah
- Risk Based Capital
- Industri Asuransi Indonesia
- Manulife ID
- Digital Transformation
- Fauzi Arfan
- Aset Asuransi Syariah
- Transformasi Digital Asuransi
- Manulife Syariah
- Kinerja Manulife Syariah 2025
- RBC Manulife Syariah
- Strategi Manulife Syariah 2026
- Inovasi Produk Asuransi Syariah
- Agribisnis Pesantren
- Wakaf Air
- Laporan Keuangan Asuransi Syariah













