kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.886.000   2.000   0,11%
  • USD/IDR 16.611   25,00   0,15%
  • IDX 6.939   105,70   1,55%
  • KOMPAS100 1.004   17,27   1,75%
  • LQ45 779   13,68   1,79%
  • ISSI 220   2,19   1,00%
  • IDX30 404   6,91   1,74%
  • IDXHIDIV20 476   8,81   1,89%
  • IDX80 113   1,66   1,49%
  • IDXV30 116   1,49   1,30%
  • IDXQ30 132   2,73   2,11%

NPL bank daerah masih di atas industri, ini penyebabnya menurut OJK


Selasa, 09 Oktober 2018 / 21:15 WIB
NPL bank daerah masih di atas industri, ini penyebabnya menurut OJK
ILUSTRASI. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) bank pembangunan daerah masih di atas rata-rata industri. Sampai Juli 2018, NPL bank daerah sebesar 3,32%.

Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II OJK mengatakan, NPL bank daerah memang disebabkan kredit sektor non konsumer.

“Penyebabnya macam-macam tapi umumnya berkaitan dengan sumber daya manusia, tata kelola dan risk manajemen,” kata Boedi kepada kontan.co.id, Selasa (9/10).

Menurut OJK, NPL BPD juga disebabkan karena beberapa debiturnya masuk dalam tipe debitur prima yang tetap diberi kredit dengna jumlah yang menabjubkan.

Debitur tersebut juga proyeknya berasal dari luar daerah BPD sehingga tidak terkontrol. Selain itu ketentuan internal dan ketentuan regulator juga banyak yang ditabrak oleh BPD tersebut.

Gap pengetahuan dan kemampuan pengurus terutama dari sumber daya internal masih jauh dari standar yang diharapkan.

Sehingga pada umumnya mereka tidak seulet dari pengurus bank besar lain. Selain itu system teknologi di BPD juga bisa dibilang masih jauh dari kategori canggih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Cara Praktis Menyusun Sustainability Report dengan GRI Standards Strive

[X]
×