kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

OJK: Mayoritas Bank Masih On Track Capai Target Bisnis pada 2026


Selasa, 28 Juli 2026 / 15:38 WIB
OJK: Mayoritas Bank Masih On Track Capai Target Bisnis pada 2026
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (DOK/Lydia Tesaloni)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, mayoritas bank masih berada pada jalur yang sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), meski ketidakpastian ekonomi global dan domestik masih membayangi. Karena itu, OJK memperkirakan hanya sebagian bank yang akan melakukan penyesuaian asumsi dasar dalam RBB tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, saat ini OJK masih melakukan asesmen komprehensif terhadap realisasi kinerja industri perbankan sepanjang semester I-2026 dibandingkan target yang tertuang dalam RBB masing-masing bank.

"OJK sedang melakukan asesmen komprehensif berbasis informasi realisasi kinerja industri perbankan semester I dibandingkan dengan target RBB. Asesmen tersebut juga memperhatikan upaya menjaga stabilitas sektor keuangan, proyeksi ekonomi makro, serta kemampuan bank menjaga tingkat risiko, likuiditas, dan permodalan," ujar Dian dalam jawaban tertulis, dikutip Selasa (28/7/2026).

Menurut Dian, penyesuaian target RBB dimungkinkan apabila terdapat deviasi yang signifikan antara target dan realisasi pada semester pertama atau terjadi perubahan kondisi makroekonomi maupun kondisi internal bank yang berdampak material terhadap strategi bisnis.

Baca Juga: OJK Tanggapi Ramainya Revisi RBB di Industri Perbankan

Ia menjelaskan, besaran revisi RBB akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi ekonomi, termasuk arah suku bunga acuan, permintaan kredit, likuiditas, serta kinerja masing-masing bank hingga Juni 2026.

"Apabila penyaluran kredit dan profitabilitas bank masih sesuai atau mendekati target, maka revisi RBB tidak perlu dilakukan," katanya.

Meski demikian, OJK memperkirakan sebagian besar bank masih berada dalam trajectory yang wajar sehingga hanya melakukan penyesuaian terhadap sejumlah asumsi dasar sebagai respons atas perkembangan ekonomi dan dinamika lingkungan usaha.

Di tengah tingginya ketidakpastian global, OJK tetap optimistis kinerja industri perbankan hingga akhir 2026 akan terjaga.

Menurut Dian, sektor perbankan diperkirakan masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang solid dengan fungsi intermediasi yang berjalan baik, didukung profil risiko yang tetap terkendali serta permodalan yang kuat.

Baca Juga: Perbanas Cermati Revisi Aturan RBB, Sebut Sudah Koordinasi dengan OJK

"OJK memandang bahwa kinerja perbankan sampai dengan akhir tahun secara umum akan tetap solid dengan profil risiko terjaga serta fungsi intermediasi yang berjalan baik. Struktur permodalan perbankan saat ini juga cukup kuat menjadi bantalan mitigasi risiko dalam mengantisipasi kondisi ketidakpastian baik yang berasal dari global maupun domestik," ujarnya.

Meski demikian, Dian mengakui laju pertumbuhan kredit tetap akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan iklim investasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara regulator dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.

Di sisi pengawasan, OJK terus memperketat pemantauan terhadap risiko yang dihadapi industri perbankan.

Dian mengatakan, OJK meningkatkan fokus pengawasan individual terhadap masing-masing bank di tengah ketidakpastian global. Selain itu, regulator juga secara berkala melakukan stress test untuk memastikan ketahanan permodalan dan kualitas aset tetap terjaga dalam berbagai skenario ekonomi.

OJK juga mendorong perbankan untuk memperkuat manajemen risiko dan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Di sisi lain, bank diharapkan tetap mampu menangkap peluang pertumbuhan dengan menyalurkan kredit sesuai risk appetite dan risk tolerance masing-masing.

Baca Juga: Sejumlah Bank Mulai Revisi Target RBB 2026 di Tengah Tekanan Kondisi Makro

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×