kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

OK Bank Catat Kredit Perdagangan dan Industri Tumbuh pada Akhir Desember 2025


Jumat, 30 Januari 2026 / 15:09 WIB
Diperbarui Jumat, 30 Januari 2026 / 15:10 WIB
OK Bank Catat Kredit Perdagangan dan Industri Tumbuh pada Akhir Desember 2025
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi keuangan di kantor cabang OK Bank Indonesia (KONTAN/Carolus Agus Waluyo) Bank Oke Indonesia (DNAR) mencatatkan realisasi kredit di sektor perdagangan dan industri pengolahan menunjukkan tren pertumbuhan


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mencatatkan realisasi kredit di sektor perdagangan dan industri pengolahan menunjukkan tren pertumbuhan dengan porsi sekitar 25% dari total portofolio kredit hingga akhir Desember 2025 dan awal 2026.

Direktur OK Bank, Efdinal Alamsyah, mengatakan pihaknya memberikan perhatian besar pada sektor perdagangan dan industri pengolahan karena permintaan kredit yang relatif stabil.

Menurut dia, kondisi tersebut sejalan dengan membaiknya konsumsi domestik dan aktivitas produksi pasca pandemi.

Baca Juga: Inklusi Keuangan Belum Merata, Penyandang Disabilitas Perlu Akses Setara

“Kami melihat permintaan kredit di sektor perdagangan dan industri pengolahan masih terjaga, seiring dengan pemulihan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas produksi,” ujar Efdinal kepada kontan.co.id, Kamis (29/1).

Namun dari sisi risiko, Efdinal menilai profil risiko di sektor perdagangan dan industri pengolahan bersifat beragam. Sektor perdagangan modern seperti ritel dan distribusi skala besar dinilai cenderung lebih stabil, sementara industri pengolahan memiliki karakter siklikal yang dipengaruhi harga bahan baku dan permintaan pasar.

“Kami tidak otomatis menganggap risikonya lebih rendah. Pembiayaan tetap diarahkan kepada debitur dengan fundamental kuat, rekam jejak pembayaran yang baik, serta analisis arus kas yang solid,” jelasnya.

Ke depan, kata Efdinal, bank menargetkan pertumbuhan kredit yang sehat dengan menitikberatkan pada kualitas, bukan semata volume.

Baca Juga: Superbank Perluas Akses Pinjaman PAS Lewat Aplikasi Grab

Selanjutnya: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.786 per Dolar AS Hari Ini (30/1), Asia Terkoreksi

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Sabtu 31 Januari 2026, Kuatkan Komunikasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×