Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mencatatkan realisasi kredit di sektor perdagangan dan industri pengolahan menunjukkan tren pertumbuhan dengan porsi sekitar 25% dari total portofolio kredit hingga akhir Desember 2025 dan awal 2026.
Direktur OK Bank, Efdinal Alamsyah, mengatakan pihaknya memberikan perhatian besar pada sektor perdagangan dan industri pengolahan karena permintaan kredit yang relatif stabil.
Menurut dia, kondisi tersebut sejalan dengan membaiknya konsumsi domestik dan aktivitas produksi pasca pandemi.
Baca Juga: Inklusi Keuangan Belum Merata, Penyandang Disabilitas Perlu Akses Setara
“Kami melihat permintaan kredit di sektor perdagangan dan industri pengolahan masih terjaga, seiring dengan pemulihan konsumsi domestik dan meningkatnya aktivitas produksi,” ujar Efdinal kepada kontan.co.id, Kamis (29/1).
Namun dari sisi risiko, Efdinal menilai profil risiko di sektor perdagangan dan industri pengolahan bersifat beragam. Sektor perdagangan modern seperti ritel dan distribusi skala besar dinilai cenderung lebih stabil, sementara industri pengolahan memiliki karakter siklikal yang dipengaruhi harga bahan baku dan permintaan pasar.
“Kami tidak otomatis menganggap risikonya lebih rendah. Pembiayaan tetap diarahkan kepada debitur dengan fundamental kuat, rekam jejak pembayaran yang baik, serta analisis arus kas yang solid,” jelasnya.
Ke depan, kata Efdinal, bank menargetkan pertumbuhan kredit yang sehat dengan menitikberatkan pada kualitas, bukan semata volume.
Baca Juga: Superbank Perluas Akses Pinjaman PAS Lewat Aplikasi Grab
Selanjutnya: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.786 per Dolar AS Hari Ini (30/1), Asia Terkoreksi
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Sabtu 31 Januari 2026, Kuatkan Komunikasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













