kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kumpulan Tumbuh Lebih Tinggi Dibanding Perorangan


Minggu, 02 Maret 2025 / 19:16 WIB
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Kumpulan Tumbuh Lebih Tinggi Dibanding Perorangan
ILUSTRASI. Petugas keamanan merapikan berbagai logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Senin (2/12/2024). Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp166,27 triliun atau meningkat 2,1 persen pada Januari-September 2024 yang didorong oleh kenaikan premi lanjutan sebesar 4,2 persen dan premi reguler sebesar 5,7 persen meskipun di tengah tantangan ekonomi global. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/nym.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi industri asuransi jiwa secara kumpulan meraih pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan secara perorangan pada 2024.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pendapatan premi industri secara kumpulan tercatat sebesar Rp 32,96 triliun pada 2024.

"Nilai itu tumbuh 12,5%, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 29,29 triliun," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor AAJI, Jakarta Pusat, Jumat (28/2).

Baca Juga: AAJI Catat Pembayaran Premi Reguler Dominasi Total Pendapatan Premi Industri di 2024

Jika dilihat berdasarkan laporan, pertumbuhan pendapatan premi industri secara kumpulan pada 2024 terbilang melambat, jika dibandingkan 2023. Budi menjelaskan pendapatan premi industri secara kumpulan pada 2023 tumbuh sebesar 16,5%, jika dibandingkan pencapaian pada 2022 yang sebesar Rp 25,14 triliun.

Adapun pendapatan premi industri secara kumpulan yang sebesar Rp 32,96 triliun pada 2024 memakan porsi 17,78% terhadap total pendapatan premi industri pada 2024.

Sementara itu, Budi menuturkan pendapatan premi industri asuransi jiwa secara perorangan tercatat sebesar Rp 152,43 triliun pada 2024. Nilai itu hanya tumbuh tipis 2,7%, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 148,46 triliun.

Jika dilihat, pendapatan premi secara perorangan pada 2023 sempat terkontraksi 10,6%, jika dibandingkan pencapaian pada 2022 yang sebesar Rp 166,03 triliun.

Adapun pendapatan premi industri secara perorangan yang sebesar Rp 152,43 triliun pada 2024 memakan porsi 82,22% terhadap total pendapatan premi industri pada 2024.

Baca Juga: AAJI: Banyak Asuransi Jiwa yang Menahan Pasarkan Produk Asuransi Kesehatan pada 2024

Sebagai informasi, AAJI melaporkan pendapatan premi industri asuransi jiwa secara total mencapai Rp 185,39 triliun pada 2024. Nilai itu meningkat 4,3%, jika dibanding tahun sebelumnya. 

Budi menjelaskan peningkatan total pendapatan premi pada 2024 itu ditopang oleh premi bisnis baru sebesar Rp 108,32 triliun dan premi lanjutan Rp77,07 triliun. Kedua lini tersebut masing-masing meningkat 4,3%, jika dibandingkan pencapaian pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×