kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Pergerakan Saham Perbankan Masih Efek Teknikal, Begini Rekomendasi Analis


Minggu, 11 Januari 2026 / 17:37 WIB
Diperbarui Minggu, 11 Januari 2026 / 20:48 WIB
Pergerakan Saham Perbankan Masih Efek Teknikal, Begini Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Teller melayani nasabah yang menabung di Bank BCA (KONTAN/Baihaki). Pergerakan harga saham perbankan yang cenderung bervariatif selama pekan-pekan awal 2026 dinilai masih terdampak efek teknikal.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan harga saham perbankan yang cenderung bervariatif selama pekan-pekan awal 2026 dinilai masih terdampak efek teknikal.

Meski kini sejumlah big banks tampak masih lesu, berbagai sentimen positif bakal hadir kuartal I-2026 dan berpotensi mengerek harganya naik.

Saham big banks menutup perdagangan Jumat (9/1/2026) lalu dengan tren bervariatif. Yang berhasil menguat secara harian hanya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Rp 8.125, naik 0,93%. 

Sementara lainnya kompak terkoreksi, dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar 0,71% menjadi Rp 4.180, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar 0,81% ke Rp 3.680, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 1,04% ke Rp 4.760. 

Baca Juga: BTN Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, Bidik Dana Murah Rp 5 triliun

Namun, kalau melihat tren sepekan, BBCA dengan penguatan 1,25% tak sendirian. BBRI juga berhasil menguat 1,10%. Sementara BBNI dan BMRI masih mencatatkan koreksi, masing-masing sebesar 1,88% dan 6,21%. 

Kalau dibandingkan, sejumlah bank digital justru masih berhasil mempertahankan tren penguatan dalam sepekan. Misal, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) yang menguat 3,45% menjadi Rp 240 dan PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) yang naik 5,45% ke Rp 232.

 

Selain itu, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga menguat 0,42% menjadi Rp 482. serta PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 0,25% ke Rp 1.975.

Menurut Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand, tren outperformance saham bank digital dibanding big banks, yang sebenarnya juga terlihat sepanjang tahun 2025 lalu, lebih banyak didorong oleh faktor teknikal dan sentimen pasar. 

“Seperti rebalancing portofolio, aksi ambil untung, dan minimnya katalis baru. Pasar masih wait and see dan tahap penyesuaian dari reli selektif sebelumnya,” jelas Abida kepada Kontan, Jumat (9/1/2026). 

Baca Juga: Mengapa Pertumbuhan Bank Syariah Lambat? Ini Masalahnya

Maka dari itu, ia memprediksi tren ini paling-paling bertahan sampai ada data kinerja perbankan terbaru atau kebijakan yang jelas. Abida menilai, tren outperformance ini tak bertahan untuk jangka panjang yang sepenuhnya fundamental.

Secara kinerja, Abida bilang big banks menghadapi tekanan pada 2026 lalu karena margin bunga bersih yang sempit dan biaya beban yang relatif tinggi. Namun begitu, ia melihat ada potensi perbaikan pada 2026. 

Itu didukung oleh stabilisasi margin bunga seiring siklus BI Rate yang cenderung akomodatif, potensi pertumbuhan kredit yang lebih solid, khususnya kredit korporasi dan konsumsi, serta valuasi saham yang relatif menarik dan berpotensi menarik kembali minat investor domestik maupun asing.

Baca Juga: Bank Woori Saudara Dorong Penetrasi Nasabah Ritel lewat Layanan Transfer Online

Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menyebut jarak kinerja saham antara big banks dan bank digital dipengaruhi oleh ekspektasi pasar yang lebih condong ke bank-bank digital. 


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×