kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pertumbuhan kredit BUKU 3 dan BUKU 4 di bawah 10%


Kamis, 13 November 2014 / 19:08 WIB
ILUSTRASI. 4 Cara Menolak Permintaan Anak dengan Tepat.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kelompok bank besar mencatat pertumbuhan kredit lebih rendah dibandingkan bank menengah dan kecil. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah memaparkan, kelompok bank BUKU 3 dan BUKU 4 mencatat pertumbuhan kredit di bawah 10%, karena kredit mengalir ke sektor korporasi besar yang permintaan barangnya menurun.

“Pertumbuhan kredit per Oktober 2014 year on year (yoy), untuk bank BUKU 3 sebesar 9,09% dan bank BUKU 4 sebesar 10,9%,” kata Halim, pada konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) kuartal III/2014, Kamis (13/11). 

Sedangkan kelompok bank BUKU 1 dan BUKU 2 tercatat tumbuh dua digit. Misalnya, pertumbuhan kredit untuk bank BUKU 1 sebesar 19,1%, dan bank BUKU 2 sebesar 14,75%. Menurutnya, tingginya kredit pada bank kecil dan menengah ini, karena pertumbuhan kredit konsumsi.

Gubernur BI Agus D.W Martowardojo mengatakan, secara keseluruhan pertumbuhan kredit sebesar 13,16% per kuartal III/2014, atau lebih rendah dari pertumbuhan sebesar 17,2% pada kuartal II/2014. Sementara, target kredit masih sebesar 15%-17% sampai akhir tahun 2014. “Perlambatan kredit ini menyesuaikan perekonomian,” ucapnya.

Halim menambahkan, tahun depan pertumbuhan kredit tidak berbeda jauh dengan pertumbuhan kredit tahun ini, yakni 15%-17%. Meksipun, proyeksi pertumbuhan ekonomi lebih tinggi di tahun 2015 sebesar 5,8%, dari target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% di tahun 2014. “Asumsi kami kredit tumbuh 15%-17% pada tahun mendatang,” kata Halim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×